Referensi · Terminologi & Klasifikasi
Terminologi & Klasifikasi USG
Ikhtisar singkat empat rujukan yang sering dipakai: MUSA, IETA, IDEA, dan stadium endometriosis. Ini ringkasan kerangka — untuk definisi, pengukuran, dan lembar skor lengkap, gunakan publikasi konsensus/ASRM aslinya.
MUSA — Morphological Uterus Sonographic Assessment
Konsensus untuk menyeragamkan istilah & pelaporan USG miometrium, terutama fitur adenomiosis (dan mendukung pemetaan mioma). Membantu komunikasi antar-pemeriksa dan konsistensi laporan.
Secara garis besar, fitur adenomiosis dikelompokkan menjadi:
- Langsung: kista miometrium, pulau hiperekogenik, serta tunas/garis subendometrium ekogenik.
- Tidak langsung: penebalan miometrium asimetris, uterus globular, bayangan “seperti kipas” (fan-shaped shadowing), vaskularisasi translesional, serta zona junctional yang ireguler/terputus.
Penilaian zona junctional (idealnya multi-bidang/3D) berguna saat diagnosis meragukan; zona yang teratur dan utuh menandakan tidak adanya adenomiosis.
Sumber: Van den Bosch T, dkk. — MUSA (UOG 2015); definisi direvisi: Harmsen MJ, dkk. (UOG 2022). Rujuk aslinya untuk definisi & ilustrasi lengkap.
IETA — International Endometrial Tumor Analysis
Konsensus istilah, definisi, dan pengukuran untuk menggambarkan endometrium & lesi intrakavitas pada USG grayscale, Doppler warna, dan sonohisterografi. Menjadi dasar penilaian risiko patologi endometrium — terutama pada perdarahan pascamenopause dan kecurigaan kanker endometrium.
Butir yang dinilai secara umum:
- Ketebalan endometrium.
- Ekogenisitas / struktur gema internal (homogen vs nonhomogen).
- Garis tengah (midline) endometrium.
- Sambungan endometrium–miometrium (tegas, ireguler, atau terputus) dan halo subendometrium.
- Cairan intrakavitas.
- Pola vaskular / color score pada Doppler.
Sumber: Leone FPG, dkk. — konsensus IETA (UOG 2010). Rujuk aslinya untuk definisi tepat tiap istilah.
IDEA — International Deep Endometriosis Analysis
Konsensus pendekatan sistematis USG transvaginal pada perempuan dengan dugaan endometriosis, terutama endometriosis dalam (DIE). Menetapkan istilah & langkah baku agar pemetaan pra-operasi konsisten.
Empat langkah (semua dikerjakan, urutan tidak baku):
- Menilai uterus & adneksa (tanda adenomiosis, endometrioma).
- Soft markers: nyeri terlokalisasi saat probe dan mobilitas/fiksasi ovarium.
- Kavum Douglas — menilai obliterasi dengan sliding sign.
- Nodul DIE di kompartemen anterior (mis. kandung kemih) dan posterior (ligamentum uterosakral, septum rektovagina, vagina, rektum/usus).
Sumber: Guerriero S, dkk. — konsensus IDEA (UOG 2016); dilengkapi adendum (parametrium 2023; endometriosis superfisial 2025). Rujuk aslinya untuk definisi & pengukuran.
Stadium Endometriosis (r-ASRM)
Klasifikasi revised ASRM (r-ASRM, 1996) memberi skor poin berdasarkan temuan laparoskopi: implan peritoneum & ovarium (menurut ukuran dan kedalaman), endometrioma, perlengketan, serta obliterasi kavum Douglas. Total skor menentukan stadium:
| Stadium | Derajat | Skor |
|---|---|---|
| I | Minimal | 1–5 |
| II | Ringan | 6–15 |
| III | Sedang | 16–40 |
| IV | Berat | > 40 |
Keterbatasan: korelasi skor dengan nyeri dan kesuburan terbatas. Klasifikasi #Enzian sering dipakai melengkapi untuk memetakan endometriosis dalam per kompartemen.
Sumber: American Society for Reproductive Medicine — Revised classification of endometriosis (1996). Rujuk lembar skor ASRM asli untuk penilaian lengkap.
Sumber dan versi pedoman dicantumkan pada tiap halaman. Selalu verifikasi dengan pedoman resmi yang berlaku (mis. WHO, Kemenkes/POGI/HOGI, FIGO). Hasil kalkulator hanya alat bantu dan harus ditafsirkan dalam konteks klinis pasien.