Untuk Tenaga Kesehatan Ringkasan & alat bantu praktik untuk SpOG, residen, dan dokter umum. Alat bantu β€” bukan pengganti penilaian klinis atau pedoman resmi terbaru.

Referensi Β· Ginekologi Onkologi

Skrining Kanker Serviks

Ringkasan praktis metode skrining, usia & interval menurut WHO 2021 dan program nasional Indonesia, serta rambu rujukan. Disusun sebagai rujukan cepat β€” sesuaikan dengan pedoman resmi terbaru dan kondisi setempat.

Metode yang tersedia

MetodePrinsipCatatan
Tes HPV DNA Deteksi DNA HPV risiko tinggi (mis. 16/18 dan lainnya). Sensitivitas tertinggi; kini metode pilihan utama (WHO). Bisa dengan self-sampling. Perlu triase bila positif.
Sitologi (Pap smear) Pemeriksaan sel serviks (konvensional / liquid-based). Spesifik; sensitivitas lebih rendah dari HPV DNA. Perlu laboratorium & SDM sitologi.
IVA Inspeksi Visual dengan Asam asetat β€” melihat lesi acetowhite. Murah, hasil langsung, mendukung pendekatan single-visit / see-and-treat. Bergantung keterampilan pemeriksa.

Rekomendasi WHO (2021)

Program nasional Indonesia

Catatan versi

Kebijakan skrining Indonesia sedang beralih dari IVA/Pap ke HPV DNA. Untuk keputusan program, gunakan pedoman Kemenkes/POGI/HOGI terkini; ringkasan ini dapat tertinggal dari edaran terbaru.

Menyikapi hasil (garis besar)

Kapan merujuk (ginekologi / ginekologi-onkologi)

Sumber: WHO (2021) β€” new recommendations for cervical screening & treatment; Kemenkes RI β€” Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030.

← Kembali ke Untuk Dokter

Sumber dan versi pedoman dicantumkan pada tiap halaman. Selalu verifikasi dengan pedoman resmi yang berlaku (mis. WHO, Kemenkes/POGI/HOGI, FIGO). Hasil kalkulator hanya alat bantu dan harus ditafsirkan dalam konteks klinis pasien.