Pencegahan & Deteksi Dini
Vaksinasi & Skrining HPV
Dua langkah utama mencegah kanker serviks: vaksinasi HPV (mencegah infeksi) dan skrining berkala (IVA, Pap smear, tes HPV DNA) untuk menemukan perubahan dini sebelum menjadi kanker.
Kanker serviks termasuk kanker yang paling bisa dicegah. Ada dua langkah kunci yang saling melengkapi: vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi, dan skrining berkala untuk menemukan perubahan dini sebelum berkembang menjadi kanker.
Mengapa HPV penting?
Hampir semua kanker Serviks (Leher Rahim)Bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rahim dengan vagina. Sering disebut "leher rahim".Lihat di kamus β disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papillomavirus)Virus yang menular melalui kontak seksual. Beberapa tipe berisiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18) dapat menyebabkan kanker serviks bila menetap lama.Lihat di kamus β risiko tinggi yang menetap lama. Karena itu pencegahan menyasar dua titik: mencegah infeksinya (vaksin) dan menemukan lesi dini (skrining). (Selengkapnya tentang penyakitnya ada di topik Kanker Serviks.)
Vaksinasi HPV
- Vaksin HPVVaksin untuk mencegah infeksi HPV penyebab sebagian besar kanker serviks. Paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.Lihat di kamus β melindungi dari tipe HPV risiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18) yang menyebabkan sebagian besar kanker serviks; sebagian vaksin juga mencegah kutil kelamin.
- Paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual β sasaran utamanya anak perempuan usia sekitar 9β14 tahun (termasuk dalam program imunisasi nasional).
- Tetap bermanfaat pada usia lebih dewasa (catch-up) sesuai anjuran dokter.
- Jadwal dosis berbeda menurut usia: umumnya 2 dosis bila dimulai pada usia muda, atau 3 dosis pada usia lebih tua atau kondisi tertentu.
- Vaksin ini aman; efek samping umumnya ringan (nyeri di lengan atau demam ringan).
Skrining (deteksi dini)
SkriningPemeriksaan berkala untuk menemukan penyakit sedini mungkin, bahkan sebelum muncul gejala. Untuk kanker serviks contohnya IVA, Pap smear, atau tes HPV DNA.Lihat di kamus β bertujuan menemukan Lesi PrakankerPerubahan sel yang belum menjadi kanker, tetapi bisa berkembang menjadi kanker bila tidak ditangani. Pada tahap ini pengobatan sangat efektif.Lihat di kamus β β perubahan sel sebelum menjadi kanker, saat masih sangat mudah diobati. Pilihan pemeriksaannya:
- IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)Pemeriksaan skrining sederhana dengan mengoleskan asam asetat (cuka encer) ke serviks untuk melihat perubahan sel. Tersedia di banyak puskesmas.Lihat di kamus β β sederhana, murah, hasil langsung; tersedia di banyak puskesmas.
- Pap Smear (Tes Pap)Pengambilan sampel sel dari permukaan serviks untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi sel abnormal sejak dini.Lihat di kamus β β mengambil sampel sel serviks untuk diperiksa di laboratorium.
- Tes HPV DNAPemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus HPV berisiko tinggi pada serviks.Lihat di kamus β β mendeteksi keberadaan virus HPV risiko tinggi; kini banyak direkomendasikan sebagai metode utama.
Bila hasil skrining tidak normal, dokter menindaklanjuti dengan KolposkopiPemeriksaan serviks menggunakan alat pembesar bercahaya (kolposkop) untuk melihat area abnormal lebih jelas, biasanya setelah hasil skrining tidak normal.Lihat di kamus β dan biopsi untuk memastikan.
Kapan & seberapa sering skrining?
- Skrining dimulai pada usia dewasa sesuai anjuran (misalnya mulai usia 30-an untuk tes HPV DNA, atau lebih dini untuk Pap smear), lalu diulang berkala (umumnya setiap 3β5 tahun tergantung metode).
- Ikuti anjuran dokter atau program kesehatan setempat, karena jadwalnya dapat berbeda.
Langkah pencegahan lain
- Tidak merokok β merokok meningkatkan risiko kanker serviks.
- Hubungan seksual yang lebih aman membantu menurunkan risiko penularan HPV.