Pengobatan & Prosedur
Terapi Target & Imunoterapi
Pengobatan presisi pada kanker ginekologi (ovarium, serviks, rahim): apa itu terapi target dan imunoterapi, manfaatnya, dan bagaimana pasien dipilih melalui pemeriksaan biomarker (BRCA/HRD, dMMR/MSI, PD-L1, HER2).
Selain operasi, kemoterapi, dan radioterapi, kini tersedia pengobatan yang lebih presisi: terapi target dan imunoterapi. Keduanya dipilih berdasarkan ciri khusus tumor setiap pasien β bukan satu resep untuk semua. Pendekatan ini telah mengubah cara pengobatan kanker ovarium, serviks, dan rahim (endometrium).
Apa bedanya dengan kemoterapi biasa?
- Kemoterapi bekerja luas β menyerang sel-sel yang membelah cepat di seluruh tubuh, baik sel kanker maupun sebagian sel sehat.
- Terapi TargetObat yang dirancang menyerang bagian tertentu pada sel kanker, sehingga lebih terarah.Lihat di kamus β menyerang bagian tertentu yang menjadi βkelemahanβ sel kanker β misalnya molekul atau jalur yang diandalkan tumor untuk tumbuh β sehingga lebih terarah.
- ImunoterapiPengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.Lihat di kamus β tidak menyerang tumor secara langsung, melainkan membangunkan sistem kekebalan tubuh pasien agar mengenali dan melawan sel kanker.
Terapi target β cara kerja & contohnya
- Penghambat PARPObat terapi target yang melumpuhkan salah satu cara sel kanker memperbaiki kerusakan DNA-nya, sehingga sel kanker mati. Paling bermanfaat pada kanker ovarium dengan mutasi BRCA atau HRD, sering sebagai terapi pemeliharaan.Lihat di kamus β (contoh: olaparib, niraparib) β sangat berperan pada kanker ovarium, terutama bila ada mutasi BRCA1 / BRCA2Gen yang bila mengalami mutasi dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan payudara. Mutasinya bisa diturunkan dalam keluarga.Lihat di kamus β atau HRD (Defisiensi Rekombinasi Homolog)Kondisi ketika sel kanker kesulitan memperbaiki kerusakan DNA-nya. Tumor dengan HRD (termasuk yang bermutasi BRCA) cenderung lebih responsif terhadap penghambat PARP.Lihat di kamus β. Sering dipakai sebagai Terapi Pemeliharaan (Maintenance)Pengobatan yang dilanjutkan setelah kemoterapi berhasil mengecilkan kanker, bertujuan menjaga remisi dan menunda kekambuhan. Pada kanker ovarium, contohnya penghambat PARP atau bevacizumab.Lihat di kamus β setelah kemoterapi untuk memperpanjang masa remisi.
- Anti-angiogenesisObat target yang menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh. Contohnya bevacizumab, dipakai pada kanker ovarium dan serviks.Lihat di kamus β (contoh: bevacizumab) β menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang βmemberi makanβ tumor; dipakai pada kanker ovarium dan serviks.
- Terapi anti-HER2Protein yang bila berlebih dapat mendorong pertumbuhan kanker. Pada sebagian kanker rahim jenis serosa yang HER2-positif, tersedia terapi anti-HER2 seperti trastuzumab.Lihat di kamus β (contoh: trastuzumab) β untuk sebagian kanker rahim jenis serosa yang HER2-positif.
- Konjugat Antibodi-Obat (ADC)Obat yang menggabungkan antibodi sebagai "pengarah" dengan obat perusak sel, sehingga obat diantar lebih terarah ke sel kanker. Salah satu contohnya dipakai pada kanker serviks yang kambuh.Lihat di kamus β (contoh: tisotumab vedotin) β bekerja seperti βpeluru terarahβ yang mengantarkan obat langsung ke sel kanker; menjadi pilihan pada kanker serviks yang kambuh.
- Lenvatinib β obat target yang sering dikombinasikan dengan imunoterapi pada kanker rahim.
Imunoterapi β cara kerja & contohnya
Sebagian besar imunoterapi pada kanker ginekologi adalah Penghambat Checkpoint ImunJenis imunoterapi yang melepas "rem" pada sistem kekebalan sehingga sel imun kembali aktif mengenali dan menyerang kanker. Contohnya pembrolizumab dan dostarlimab.Lihat di kamus β (contoh: pembrolizumab, dostarlimab). Obat ini melepas βremβ yang membuat sel kekebalan kembali aktif menyerang kanker.
- Kanker rahim (endometrium): sangat penting di sini. Tumor dengan ciri dMMR / MSI-tinggiCiri tumor yang menandakan sistem perbaikan DNA-nya tidak bekerja baik, sehingga banyak terjadi kesalahan genetik. Tumor dengan ciri ini β sering pada kanker rahim β umumnya merespons sangat baik terhadap imunoterapi.Lihat di kamus β umumnya merespons sangat baik terhadap imunoterapi; kini imunoterapi juga dipakai bersama kemoterapi sebagai terapi awal pada kasus lanjut. Pada tumor tanpa ciri itu (pMMR), imunoterapi sering dipadukan dengan lenvatinib.
- Kanker serviks: imunoterapi ditambahkan pada kemoterapi (dan pada kemoradiasi) terutama bila PD-L1Protein pada permukaan sel yang dapat "meredam" serangan sistem kekebalan. Bila tumor PD-L1 positif, imunoterapi penghambat checkpoint cenderung lebih bermanfaat β penting misalnya pada kanker serviks.Lihat di kamus β positif, serta pada penyakit yang kambuh atau menyebar.
- Kanker ovarium: sejauh ini peran imunoterapi masih terbatas dan belum menjadi pengobatan baku untuk sebagian besar kasus.
Apa manfaatnya?
- Menjangkau yang tak tercapai kemoterapi β bekerja lewat mekanisme berbeda, sehingga dapat membantu saat kemoterapi saja kurang memadai.
- Memperpanjang masa remisi β sebagai terapi pemeliharaan (mis. penghambat PARP atau bevacizumab pada kanker ovarium), dapat menunda kekambuhan.
- Respons yang tahan lama pada sebagian pasien β khususnya tumor dMMR/MSI-tinggi yang diberi imunoterapi.
- Profil efek samping yang berbeda dari kemoterapi β sebagian obat tidak menyebabkan rontok rambut atau mual sehebat kemoterapi (walau punya efek samping sendiri).
Pemilihan pasien β bagaimana dokter memutuskan?
Terapi target dan imunoterapi tidak diberikan kepada semua orang. Pemilihannya mempertimbangkan beberapa hal:
- Ciri tumor (biomarker):
- Mutasi BRCA / HRD β mengarah ke penghambat PARP (kanker ovarium).
- dMMR / MSI-tinggi β menandakan respons baik terhadap imunoterapi (kanker rahim, dan berbagai jenis kanker lain).
- PD-L1 positif β mendukung pemberian imunoterapi (kanker serviks).
- HER2 positif β membuka pilihan terapi anti-HER2 (kanker rahim serosa).
- Jenis dan stadium kanker serta apakah baru terdiagnosis, kambuh, atau menyebar.
- Pengobatan sebelumnya yang sudah dijalani.
- Kondisi tubuh secara keseluruhan β fungsi organ, penyakit penyerta, dan riwayat penyakit kekebalan (autoimun) untuk imunoterapi.
- Tujuan dan harapan pasien, termasuk pertimbangan ketersediaan dan biaya obat yang dapat berbeda di tiap tempat.
Efek samping yang perlu diketahui
- Terapi target β berbeda-beda menurut obatnya: misalnya tekanan darah naik, gangguan pembekuan atau perdarahan, dan gangguan penyembuhan luka (anti-angiogenesis); kelelahan dan perubahan sel darah (penghambat PARP).
- Imunoterapi β efek samping yang berkaitan dengan kekebalan (lihat kotak di atas). Sebagian besar ringan, tetapi sebagian perlu penanganan segera.
Pertanyaan yang bisa Anda ajukan ke dokter
- Apakah tumor saya perlu diperiksa biomarker (BRCA/HRD, dMMR/MSI, PD-L1, HER2)?
- Apakah ada pilihan terapi target atau imunoterapi untuk kondisi saya β apa manfaat dan risikonya?
- Apakah diberikan sebagai terapi utama, kombinasi, atau pemeliharaan?
- Efek samping apa yang harus segera saya laporkan?
- Bagaimana ketersediaan dan biayanya?