← Semua topik

Pengobatan & Prosedur

Radioterapi (Radiasi)

Mengenal radioterapi: cara kerjanya, jenis-jenisnya, bagaimana proses penyinaran, persiapan, efek samping, perawatan diri, dan tanda bahaya yang perlu dilaporkan.

Konten ini telah divalidasi oleh dr. Muhammad Rizki Yaznil, M.Ked(OG), SpOG.Subsp(Onk). Diperbarui 24 Juni 2026.

Radioterapi (sering disebut β€œradiasi” atau β€œpenyinaran”) adalah salah satu pengobatan kanker yang umum. Prosedurnya tidak terasa sakit saat dijalani, dan sebagian besar efek sampingnya bersifat sementara serta dapat dikelola. Berikut penjelasannya langkah demi langkah.

Apa itu radioterapi?

Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi (mirip sinar-X) untuk merusak materi di dalam sel kanker sehingga sel berhenti tumbuh dan mati. Sinar diarahkan setepat mungkin ke area kanker agar jaringan sehat di sekitarnya sebisa mungkin terlindungi.

Berbeda dari kemoterapi yang menyebar ke seluruh tubuh, radioterapi umumnya bersifat lokal β€” hanya berpengaruh pada bagian tubuh yang disinari.

Jenis radioterapi

Untuk apa radioterapi diberikan?

Bagaimana prosesnya?

  1. Perencanaan (Simulasi RadioterapiTahap persiapan radioterapi untuk menentukan posisi tubuh dan area penyinaran secara tepat, biasanya memakai CT dan penanda kecil pada kulit.Lihat di kamus β†’). Sebelum penyinaran dimulai, dilakukan pemindaian (biasanya CT) untuk menentukan posisi dan area yang akan disinari secara tepat. Kadang dibuat penanda titik kecil pada kulit atau cetakan penyangga posisi.
  2. Penyinaran harian. Total dosis dibagi menjadi banyak sesi kecil (FraksinasiPembagian total dosis radiasi menjadi banyak sesi kecil harian (disebut fraksi) agar lebih efektif melawan kanker dan lebih aman bagi jaringan sehat.Lihat di kamus β†’), umumnya setiap hari kerja selama beberapa minggu. Tiap sesi hanya berlangsung beberapa menit, tidak terasa sakit β€” Anda hanya perlu berbaring diam.
  3. Brakiterapi (bila diperlukan) dilakukan sebagai prosedur tersendiri; pada sebagian kasus memerlukan rawat inap singkat.

Persiapan & selama menjalani

Efek samping & cara menghadapinya

Efek samping radioterapi umumnya terbatas pada area yang disinari, muncul bertahap menjelang akhir terapi, dan sebagian besar membaik beberapa minggu setelah selesai.

Umum:

Pada radiasi area panggul (kasus ginekologi):

Bila area mulut atau tenggorokan yang disinari, dapat timbul MukositisPeradangan dan luka pada lapisan mulut atau saluran cerna (sering berupa sariawan) akibat kemoterapi atau radioterapi.Lihat di kamus β†’ β€” namun pada kanker ginekologi yang disinari umumnya area panggul.

Perawatan diri di rumah

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah saya menjadi radioaktif dan berbahaya bagi keluarga? Pada radioterapi eksternal (EBRT): tidak. Anda aman berdekatan dengan keluarga, termasuk anak-anak. Pada brakiterapi, ada tindakan pencegahan khusus hanya selama sumber radiasi terpasang; petugas akan menjelaskannya.

Apakah penyinaran terasa sakit? Tidak. Saat disinari Anda tidak merasakan apa pun, seperti menjalani foto rontgen.

Apakah rambut saya akan rontok? Rambut hanya rontok pada area yang disinari. Pada radiasi panggul, rambut kepala tidak rontok.

Bolehkah saya tetap beraktivitas? Umumnya boleh, sambil menyesuaikan dengan rasa lelah. Banyak pasien menjalani penyinaran sebagai pasien rawat jalan.

Kapan efek sampingnya hilang? Sebagian besar membaik dalam beberapa minggu setelah terapi selesai. Sebagian efek yang muncul belakangan perlu dipantau bersama dokter.

Tanda bahaya: kapan harus menghubungi dokter


← Semua topik