← Semua topik

Ginekologi Umum

Polip Endometrium & Polip Serviks

Mengenal polip pada lapisan rahim (endometrium) dan pada leher rahim (serviks): gejala dan tandanya, cara dokter mendiagnosis, serta pilihan penanganannya — termasuk kapan polip perlu diangkat.

Konten ini telah divalidasi oleh dr. Muhammad Rizki Yaznil, M.Ked(OG), SpOG.Subsp(Onk). Diperbarui 30 Juni 2026.

Polip adalah pertumbuhan jaringan kecil yang biasanya jinak (bukan kanker). Di bidang kandungan, dua jenis yang sering ditemui adalah polip endometrium — yang tumbuh dari lapisan dalam rahim — dan polip serviks — yang tumbuh dari leher rahim. Sebagian besar tidak berbahaya, tetapi karena dapat menimbulkan perdarahan dan sebagian kecil perlu dipastikan bukan kelainan yang lebih serius, keduanya sebaiknya diperiksakan.

Apa itu polip?

Polip dapat bertangkai, berukuran dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter, dan jumlahnya bisa satu atau lebih.

Gejala dan tanda

Banyak polip tidak menimbulkan gejala dan ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan untuk keluhan lain. Bila bergejala, yang paling sering adalah perdarahan tidak normal:

Siapa yang lebih berisiko?

Polip endometrium lebih sering pada perempuan:

Polip serviks lebih sering pada perempuan yang:

Bagaimana cara mendiagnosis?

Penanganan

Penanganan disesuaikan dengan jenis polip, gejala, usia, dan risiko.

Polip serviks

Polip endometrium

Apakah polip bisa menjadi kanker?

Sebagian besar polip tetap jinak. Risiko adanya sel ganas atau prakanker kecil, tetapi lebih diperhatikan bila polip muncul setelah menopause, berukuran besar, atau menimbulkan perdarahan. Inilah sebabnya jaringan yang diangkat selalu diperiksa di laboratorium.

Bila ditemukan penebalan lapisan rahim (Hiperplasia EndometriumPenebalan berlebihan pada lapisan dalam rahim (endometrium). Sebagian jenisnya merupakan tahap prakanker yang dapat mendahului kanker rahim.Lihat di kamus →) atau sel yang tidak normal, dokter akan menindaklanjuti — lihat topik Kanker Rahim.


← Semua topik