Ginekologi Umum
Polip Endometrium & Polip Serviks
Mengenal polip pada lapisan rahim (endometrium) dan pada leher rahim (serviks): gejala dan tandanya, cara dokter mendiagnosis, serta pilihan penanganannya — termasuk kapan polip perlu diangkat.
Polip adalah pertumbuhan jaringan kecil yang biasanya jinak (bukan kanker). Di bidang kandungan, dua jenis yang sering ditemui adalah polip endometrium — yang tumbuh dari lapisan dalam rahim — dan polip serviks — yang tumbuh dari leher rahim. Sebagian besar tidak berbahaya, tetapi karena dapat menimbulkan perdarahan dan sebagian kecil perlu dipastikan bukan kelainan yang lebih serius, keduanya sebaiknya diperiksakan.
Apa itu polip?
- Polip EndometriumPertumbuhan jaringan kecil yang menonjol dari lapisan dalam rahim (endometrium), sering bertangkai dan berada di dalam rongga rahim. Umumnya jinak, tetapi dapat menyebabkan perdarahan tidak normal dan kadang perlu diangkat lalu diperiksa di laboratorium.Lihat di kamus → tumbuh dari EndometriumLapisan dinding paling dalam rahim yang menebal setiap bulan dan luruh saat menstruasi.Lihat di kamus → (lapisan dalam rahim). Letaknya di dalam rongga rahim sehingga tidak terlihat dari luar.
- Polip ServiksPertumbuhan jaringan kecil pada serviks (leher rahim) yang sering terlihat langsung saat pemeriksaan dengan spekulum. Hampir selalu jinak dan biasanya mudah diangkat dengan tindakan kecil.Lihat di kamus → tumbuh dari Serviks (Leher Rahim)Bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rahim dengan vagina. Sering disebut "leher rahim".Lihat di kamus → (leher rahim) dan sering terlihat langsung saat pemeriksaan dengan spekulum.
Polip dapat bertangkai, berukuran dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter, dan jumlahnya bisa satu atau lebih.
Gejala dan tanda
Banyak polip tidak menimbulkan gejala dan ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan untuk keluhan lain. Bila bergejala, yang paling sering adalah perdarahan tidak normal:
- Bercak atau perdarahan di luar jadwal haid (di antara dua haid).
- Perdarahan Menstruasi BeratDarah haid yang sangat banyak atau berlangsung lama (misalnya harus berganti pembalut tiap 1–2 jam atau keluar gumpalan besar), dan dapat menyebabkan kurang darah (anemia).Lihat di kamus →.
- Perdarahan atau bercak setelah berhubungan seksual — khususnya pada polip serviks.
- Perdarahan PascamenopausePerdarahan atau bercak dari vagina yang terjadi setelah menopause. Selalu perlu diperiksa dokter karena — meski sebagian besar penyebabnya jinak — dapat menjadi tanda dini kanker rahim.Lihat di kamus → — ini selalu perlu diperiksa.
- Keputihan yang lebih banyak dari biasanya.
- Pada sebagian perempuan, polip endometrium dikaitkan dengan sulit hamil.
Siapa yang lebih berisiko?
Polip endometrium lebih sering pada perempuan:
- Berusia 40-an hingga 50-an, terutama menjelang dan sesudah menopause.
- Dengan pengaruh estrogen berlebih, kelebihan berat badan, atau tekanan darah tinggi.
- Yang menggunakan tamoksifen (obat pada kanker payudara).
Polip serviks lebih sering pada perempuan yang:
- Sudah pernah melahirkan dan berusia sekitar 40–60 tahun.
- Memiliki peradangan menahun pada serviks.
Bagaimana cara mendiagnosis?
- Pemeriksaan panggul dengan spekulum — polip serviks sering langsung terlihat; kadang disertai Pap Smear (Tes Pap)Pengambilan sampel sel dari permukaan serviks untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi sel abnormal sejak dini.Lihat di kamus →.
- USG TransvaginalPemeriksaan ultrasonografi melalui vagina untuk melihat ovarium dan rahim dengan lebih jelas.Lihat di kamus → untuk menilai rongga dan lapisan rahim.
- Sonohisterografi (USG dengan Cairan)Pemeriksaan USG yang dilakukan setelah sedikit cairan steril dimasukkan ke dalam rongga rahim. Cairan membantu menampilkan polip atau penebalan pada lapisan rahim dengan lebih jelas.Lihat di kamus → (USG dengan sedikit cairan di dalam rahim) — menampilkan polip endometrium dengan lebih jelas.
- HisteroskopiPemeriksaan melihat bagian dalam rongga rahim memakai teropong tipis yang dimasukkan lewat vagina dan serviks. Bisa juga dipakai untuk mengangkat mioma submukosa.Lihat di kamus → — cara paling akurat: dokter melihat langsung ke dalam rahim dengan kamera kecil dan dapat sekaligus mengangkat polipnya.
- BiopsiPengambilan sepotong kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah cara memastikan diagnosis kanker.Lihat di kamus → atau pemeriksaan jaringan di laboratorium untuk memastikan polip jinak.
Penanganan
Penanganan disesuaikan dengan jenis polip, gejala, usia, dan risiko.
Polip serviks
- Sering dapat diangkat dengan tindakan kecil di poliklinik (PolipektomiTindakan mengangkat polip. Polip serviks sering dapat diangkat di poliklinik, sedangkan polip di dalam rahim umumnya diangkat melalui histeroskopi. Jaringannya kemudian diperiksa di laboratorium.Lihat di kamus →) — biasanya cepat dan tidak memerlukan rawat inap.
- Jaringannya tetap dikirim ke laboratorium.
Polip endometrium
- Umumnya diangkat melalui PolipektomiTindakan mengangkat polip. Polip serviks sering dapat diangkat di poliklinik, sedangkan polip di dalam rahim umumnya diangkat melalui histeroskopi. Jaringannya kemudian diperiksa di laboratorium.Lihat di kamus → dengan HisteroskopiPemeriksaan melihat bagian dalam rongga rahim memakai teropong tipis yang dimasukkan lewat vagina dan serviks. Bisa juga dipakai untuk mengangkat mioma submukosa.Lihat di kamus →.
- Polip kecil tanpa gejala kadang cukup dipantau dahulu, sesuai pertimbangan dokter.
- Seluruh jaringan diperiksa di bawah mikroskop.
Apakah polip bisa menjadi kanker?
Sebagian besar polip tetap jinak. Risiko adanya sel ganas atau prakanker kecil, tetapi lebih diperhatikan bila polip muncul setelah menopause, berukuran besar, atau menimbulkan perdarahan. Inilah sebabnya jaringan yang diangkat selalu diperiksa di laboratorium.
Bila ditemukan penebalan lapisan rahim (Hiperplasia EndometriumPenebalan berlebihan pada lapisan dalam rahim (endometrium). Sebagian jenisnya merupakan tahap prakanker yang dapat mendahului kanker rahim.Lihat di kamus →) atau sel yang tidak normal, dokter akan menindaklanjuti — lihat topik Kanker Rahim.