← Semua topik

Pencegahan & Deteksi Dini

Perdarahan setelah Menopause

Perdarahan pascamenopause (setelah berhenti haid) tidak pernah normal dan harus selalu diperiksa: penyebabnya (sebagian besar jinak), cara dokter memeriksanya, dan mengapa penting untuk deteksi dini kanker rahim.

Konten ini telah divalidasi oleh dr. Muhammad Rizki Yaznil, M.Ked(OG), SpOG.Subsp(Onk). Diperbarui 30 Juni 2026.

Perdarahan dari vagina setelah menopause β€” yaitu setelah Anda berhenti haid β€” tidak pernah dianggap normal, sekalipun hanya berupa bercak. Kabar baiknya, sebagian besar penyebabnya jinak. Namun pemeriksaan tetap penting, karena perdarahan ini adalah cara paling sering kanker rahim ditemukan sejak dini, saat peluang sembuh paling besar.

Apa itu perdarahan pascamenopause?

MenopauseBerhentinya haid secara permanen, ditetapkan setelah tidak haid selama 12 bulan berturut-turut. Setelah menopause, perdarahan apa pun dari vagina tidak normal dan perlu diperiksa.Lihat di kamus β†’ ditetapkan setelah Anda tidak haid selama 12 bulan berturut-turut. Setelah itu, perdarahan atau bercak apa pun dari vagina disebut Perdarahan PascamenopausePerdarahan atau bercak dari vagina yang terjadi setelah menopause. Selalu perlu diperiksa dokter karena β€” meski sebagian besar penyebabnya jinak β€” dapat menjadi tanda dini kanker rahim.Lihat di kamus β†’ β€” termasuk bercak berwarna merah muda atau cokelat.

Mengapa penting diperiksa?

Sekitar 9 dari 10 kasus perdarahan pascamenopause disebabkan hal yang jinak. Namun sebagian kecil merupakan tanda kanker rahim (endometrium) β€” dan perdarahan inilah gejala tersering kanker tersebut. Dengan memeriksakannya segera, bila memang ada kanker dapat ditemukan sangat dini dan umumnya sangat bisa disembuhkan.

Penyebab yang mungkin

Apa yang dilakukan dokter?

Penanganan

Pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya:


← Semua topik