Kanker Ginekologi
Mola Hidatidosa & GTN
Mola hidatidosa ("hamil anggur") hingga GTN (keganasan trofoblas): apa itu, gejala, cara diagnosis (USG & hormon hCG), penanganan & pemantauan, kapan menjadi ganas, serta diagnosis dan terapi GTN yang angka kesembuhannya sangat tinggi.
Mola hidatidosa β dikenal awam sebagai βhamil anggurβ β adalah kehamilan yang tidak berkembang normal, di mana jaringan calon plasenta tumbuh berlebihan menyerupai gugusan anggur. Sebagian besar dapat disembuhkan, tetapi perlu pemantauan ketat karena sebagian kecil dapat berkembang menjadi keganasan yang disebut GTN. Kabar baiknya, GTN termasuk kanker dengan angka kesembuhan sangat tinggi.
Apa itu mola hidatidosa?
Mola hidatidosa adalah salah satu bentuk Penyakit Trofoblas Gestasional (PTG)Kelompok kondisi akibat pertumbuhan abnormal sel trofoblas (sel pembentuk plasenta), mulai dari mola hidatidosa yang umumnya jinak hingga bentuk ganas (GTN).Lihat di kamus β β kelompok kondisi akibat pertumbuhan abnormal sel trofoblas (sel yang normalnya membentuk plasenta). Pada Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)Kehamilan tidak normal ("hamil anggur") ketika jaringan calon plasenta tumbuh berlebihan membentuk gelembung seperti anggur, tanpa janin yang berkembang normal. Termasuk penyakit trofoblas gestasional.Lihat di kamus β, jonjot plasenta membengkak menjadi gelembung-gelembung berisi cairan seperti anggur.
Ada dua jenis utama:
- Mola komplet β tidak terbentuk janin; seluruh jaringan tumbuh abnormal.
- Mola parsial β terdapat sebagian jaringan janin, tetapi tidak normal dan tidak dapat bertahan.
Gejala yang perlu diwaspadai
- Perdarahan dari vagina pada awal kehamilan β kadang disertai keluarnya gelembung kecil seperti anggur.
- Mual dan muntah yang hebat (melebihi kehamilan biasa).
- Rahim membesar lebih cepat daripada usia kehamilan.
- Tidak ditemukan gerakan atau denyut jantung janin (pada mola komplet).
- Kadang muncul tekanan darah tinggi pada usia kehamilan yang masih dini, atau keluhan seperti jantung berdebar.
Faktor risiko
- Usia kehamilan sangat muda (di bawah 20 tahun) atau lebih tua (di atas 35β40 tahun).
- Riwayat mola pada kehamilan sebelumnya.
- Riwayat keguguran berulang.
Bagaimana cara mendiagnosis?
- USG TransvaginalPemeriksaan ultrasonografi melalui vagina untuk melihat ovarium dan rahim dengan lebih jelas.Lihat di kamus β β menunjukkan gambaran khas menyerupai βbadai saljuβ atau sarang gelembung, tanpa janin yang berkembang normal (pada mola komplet).
- Pemeriksaan hormon Ξ²-hCG (Hormon Kehamilan)Hormon yang diproduksi sel plasenta dan terdeteksi pada tes kehamilan. Pada penyakit trofoblas, kadarnya sangat tinggi dan dipakai untuk membantu diagnosis serta pemantauan.Lihat di kamus β dalam darah β kadarnya biasanya sangat tinggi.
- Diagnosis pasti diperoleh dari pemeriksaan Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA)Pemeriksaan jaringan tubuh di bawah mikroskop oleh dokter spesialis untuk memastikan diagnosis. Hasilnya biasanya keluar dalam beberapa hari hingga dua minggu.Lihat di kamus β atas jaringan setelah dikeluarkan.
Penanganan awal mola
- Pengeluaran jaringan mola dari rahim, umumnya dengan Kuretase (Dilatasi & Kuretase / D&C)Tindakan mengambil jaringan dari rongga rahim untuk diperiksa di laboratorium atau untuk mengatasi perdarahan. Sering dilakukan bersama histeroskopi.Lihat di kamus β (kuret vakum). Tindakan ini biasanya efektif.
- Pada perempuan yang sudah tidak merencanakan kehamilan, kadang HisterektomiOperasi pengangkatan rahim.Lihat di kamus β menjadi pilihan.
Pemantauan setelah mola (sangat penting)
Setelah jaringan mola dikeluarkan, kadar Ξ²-hCG dipantau berkala sampai kembali normal dan tetap normal selama periode yang ditentukan. Pemantauan ini adalah cara mendeteksi dini bila penyakit berkembang menjadi GTN.
Kapan menjadi GTN (ganas)?
GTN (Neoplasia Trofoblas Gestasional)Bentuk ganas atau menetap dari penyakit trofoblas β termasuk mola invasif dan koriokarsinoma. Dapat muncul setelah mola, keguguran, atau persalinan, dan ditandai kadar hCG yang menetap atau naik.Lihat di kamus β (Neoplasia Trofoblas Gestasional) adalah bentuk ganas atau menetap dari penyakit trofoblas. GTN paling sering terjadi setelah mola, tetapi dapat pula muncul setelah keguguran, kehamilan di luar kandungan, atau bahkan persalinan normal.
Tandanya terutama dari pola hCG: kadar yang menetap tinggi atau justru naik setelah evakuasi (tidak turun sebagaimana seharusnya). Jenisnya meliputi mola invasif, KoriokarsinomaJenis GTN yang agresif dan dapat menyebar (sering ke paru), tetapi sangat responsif terhadap kemoterapi dengan angka kesembuhan tinggi.Lihat di kamus β (lebih agresif dan dapat menyebar), serta tipe yang lebih jarang.
Diagnosis & penilaian GTN
- Pemantauan Ξ²-hCG (Hormon Kehamilan)Hormon yang diproduksi sel plasenta dan terdeteksi pada tes kehamilan. Pada penyakit trofoblas, kadarnya sangat tinggi dan dipakai untuk membantu diagnosis serta pemantauan.Lihat di kamus β β kriteria menetap atau meningkat menjadi dasar diagnosis (sering tanpa perlu biopsi).
- Pencitraan untuk menilai penyebaran: USG panggul serta rontgen atau CT dada, karena paru adalah lokasi penyebaran tersering; pemeriksaan lain (mis. CT/MRI otak atau hati) bila diperlukan.
- Penilaian skor risiko (sistem FIGOSistem penentuan stadium kanker organ reproduksi perempuan yang dipakai secara internasional.Lihat di kamus β/WHO) untuk menentukan apakah tergolong risiko rendah atau tinggi.
Terapi GTN
- Risiko rendah β umumnya cukup KemoterapiPengobatan kanker menggunakan obat-obatan (lewat infus atau diminum) untuk membunuh atau menghambat sel kanker.Lihat di kamus β obat tunggal (misalnya metotreksat).
- Risiko tinggi β kemoterapi kombinasi beberapa obat.
- Operasi (seperti histerektomi) atau Radioterapi (Radiasi)Pengobatan kanker menggunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker.Lihat di kamus β dipertimbangkan pada situasi tertentu, misalnya perdarahan atau penyebaran ke lokasi khusus.
- Setelah terapi, pemantauan hCG dilanjutkan dan kehamilan tetap ditunda selama periode yang dianjurkan.
Kehamilan setelah mola atau GTN
Setelah masa pemantauan selesai dan dinyatakan aman, sebagian besar perempuan masih dapat hamil dengan normal. Risiko mola berulang ada, tetapi kecil. Pada kehamilan berikutnya, dianjurkan USG dini untuk memastikan kehamilan berkembang normal.