Ginekologi Umum
Mioma Uteri (Miom)
Mengenal mioma uteri (miom): tumor jinak otot rahim — gejala, jenis berdasarkan letak, pemeriksaan, pilihan pengobatan, serta kaitannya dengan kesuburan dan kehamilan.
Mioma uteri — sering disebut “miom” — adalah salah satu masalah kandungan yang paling sering dialami perempuan. Kabar baiknya: miom bukan kanker dan pada banyak kasus tidak menimbulkan keluhan sama sekali. Halaman ini menjelaskan apa itu miom, kapan perlu diobati, dan pilihan penanganannya.
Apa itu mioma uteri?
Mioma Uteri (Miom)Tumor jinak yang tumbuh dari otot dinding rahim. Sangat umum, bukan kanker, dan sangat jarang berubah menjadi ganas.Lihat di kamus → adalah Tumor JinakBenjolan yang tumbuh tetapi tidak menyebar ke jaringan lain dan umumnya tidak berbahaya.Lihat di kamus → yang tumbuh dari otot dinding Rahim (Uterus)Organ berongga tempat janin tumbuh selama kehamilan. Dindingnya terdiri atas beberapa lapisan otot dan selaput.Lihat di kamus →. Ukurannya sangat beragam — dari sekecil biji hingga sebesar buah melon — dan jumlahnya bisa satu atau banyak.
Pertumbuhan miom dipengaruhi hormon estrogen dan progesteron. Karena itu miom umumnya membesar pada usia subur dan cenderung mengecil dengan sendirinya setelah Menopause DiniBerhentinya menstruasi lebih cepat dari biasanya, bisa terjadi akibat operasi pengangkatan ovarium atau radiasi.Lihat di kamus →, ketika kadar hormon menurun.
Jenis miom berdasarkan letaknya
Letak miom sangat menentukan keluhan yang muncul:
- Submukosa — menonjol ke dalam rongga rahim. Paling sering menyebabkan perdarahan haid banyak dan gangguan kesuburan, meski ukurannya kecil.
- Intramural — berada di dalam dinding otot rahim. Ini jenis yang paling sering ditemukan.
- Subserosa — tumbuh di permukaan luar rahim. Bila membesar dapat menekan organ sekitar seperti kandung kemih atau usus.
- Sebagian miom bertangkai (pedunkulata), menggantung di dalam atau di luar rahim.
Gejala yang perlu diwaspadai
Banyak miom tidak bergejala dan ditemukan secara kebetulan saat USG. Bila menimbulkan keluhan, yang paling sering adalah:
- Perdarahan Menstruasi BeratDarah haid yang sangat banyak atau berlangsung lama (misalnya harus berganti pembalut tiap 1–2 jam atau keluar gumpalan besar), dan dapat menyebabkan kurang darah (anemia).Lihat di kamus →, kadang disertai gumpalan — dapat menyebabkan AnemiaKekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang dapat menimbulkan lemas, pucat, dan mudah lelah.Lihat di kamus → (kurang darah).
- Nyeri atau kram haid (Dismenore (Nyeri Haid)Nyeri atau kram di perut bawah saat menstruasi. Nyeri yang sangat berat hingga mengganggu aktivitas tidak boleh dianggap wajar.Lihat di kamus →).
- Rasa penuh atau benjolan di perut bagian bawah.
- Sering buang air kecil atau sembelit karena miom menekan organ sekitar.
- Nyeri pinggang atau nyeri saat berhubungan.
- Sulit hamil atau keguguran berulang (terutama jenis submukosa).
Faktor risiko
Penyebab pasti miom belum diketahui, tetapi beberapa hal meningkatkan risiko:
- Usia reproduksi (paling sering 30–50 tahun).
- Riwayat keluarga dengan miom.
- Haid pertama pada usia dini.
- Berat badan berlebih.
- Belum pernah melahirkan.
Bagaimana cara mendiagnosis?
- Pemeriksaan panggul oleh dokter — kadang miom sudah dapat teraba.
- USG TransvaginalPemeriksaan ultrasonografi melalui vagina untuk melihat ovarium dan rahim dengan lebih jelas.Lihat di kamus → — pemeriksaan utama untuk memastikan jumlah, ukuran, dan letak miom.
- HisteroskopiPemeriksaan melihat bagian dalam rongga rahim memakai teropong tipis yang dimasukkan lewat vagina dan serviks. Bisa juga dipakai untuk mengangkat mioma submukosa.Lihat di kamus → — meneropong rongga rahim, berguna untuk menilai miom submukosa.
- MRI kadang diperlukan bila miom besar atau banyak, atau untuk merencanakan operasi.
Pilihan pengobatan
Tidak semua miom perlu diobati. Pilihan ditentukan oleh berat-ringannya gejala, ukuran dan letak miom, usia, serta rencana memiliki anak.
Bila tanpa gejala:
- Cukup dipantau berkala. Banyak miom tidak bertambah parah dan mengecil setelah menopause.
Dengan obat (meredakan gejala):
- Pereda nyeri, asam traneksamat untuk mengurangi perdarahan, serta terapi hormonal (pil KB atau IUD yang melepaskan hormon).
- Analog GnRHObat hormonal yang untuk sementara menghentikan haid dan menurunkan kadar estrogen. Dipakai untuk mengecilkan mioma atau meredakan endometriosis; efeknya mirip menopause sementara.Lihat di kamus → untuk mengecilkan miom sementara, biasanya sebagai persiapan sebelum operasi.
Tindakan yang mempertahankan rahim:
- MiomektomiOperasi mengangkat mioma tetapi tetap mempertahankan rahim, sehingga masih memungkinkan kehamilan.Lihat di kamus → — mengangkat miom tetapi rahim dipertahankan; pilihan utama bila Anda masih ingin punya anak.
- Embolisasi Arteri Uterina (UAE)Tindakan menyumbat pembuluh darah yang memberi makan mioma sehingga mioma mengecil, tanpa operasi besar dan tetap mempertahankan rahim.Lihat di kamus → — menyumbat aliran darah ke miom sehingga mengecil, tanpa operasi besar.
Pengangkatan rahim:
- HisterektomiOperasi pengangkatan rahim.Lihat di kamus → memberi penyembuhan permanen dan menghilangkan kemungkinan miom tumbuh lagi. Menjadi pilihan bila gejala berat dan Anda tidak lagi merencanakan kehamilan.
Miom, kesuburan & kehamilan
Sebagian besar perempuan dengan miom tetap dapat hamil dan melahirkan dengan normal. Namun miom jenis tertentu (terutama submukosa) dapat menurunkan peluang kehamilan. Saat hamil, miom kadang membesar dan menimbulkan nyeri.
Bila Anda memiliki miom dan sedang merencanakan kehamilan, bicarakan lebih dulu dengan dokter untuk menilai apakah miom perlu ditangani terlebih dahulu.