Pengobatan & Prosedur
Konisasi Serviks
Mengenal konisasi: tindakan mengangkat sebagian leher rahim berbentuk kerucut untuk memastikan sekaligus mengobati lesi prakanker serviks — alasannya, caranya, pemulihan, hasil & tindak lanjut, serta kaitannya dengan kehamilan.
Konisasi adalah tindakan mengangkat sebagian kecil leher rahim berbentuk kerucut. Tindakan ini punya dua peran sekaligus: memastikan diagnosis dan mengobati perubahan sel prakanker pada serviks. Halaman ini menjelaskan prosesnya langkah demi langkah.
Apa itu konisasi?
KonisasiPengangkatan jaringan serviks berbentuk kerucut, dipakai untuk memastikan diagnosis sekaligus mengobati lesi prakanker.Lihat di kamus → adalah pengangkatan jaringan Serviks (Leher Rahim)Bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rahim dengan vagina. Sering disebut "leher rahim".Lihat di kamus → berbentuk kerucut. Jaringan yang diambil kemudian diperiksa di laboratorium, sehingga konisasi sekaligus berfungsi sebagai pemeriksaan (memastikan ada/tidaknya sel abnormal dan seberapa dalam) dan pengobatan (mengangkat area yang bermasalah).
Mengapa konisasi dilakukan?
- Hasil pemeriksaan menunjukkan Lesi PrakankerPerubahan sel yang belum menjadi kanker, tetapi bisa berkembang menjadi kanker bila tidak ditangani. Pada tahap ini pengobatan sangat efektif.Lihat di kamus → derajat tinggi (sering disebut CIN 2–3).
- Perlu memastikan apakah sudah ada kanker yang sangat dini dan seberapa dalam.
- Batas kelainan tidak terlihat seluruhnya saat KolposkopiPemeriksaan serviks menggunakan alat pembesar bercahaya (kolposkop) untuk melihat area abnormal lebih jelas, biasanya setelah hasil skrining tidak normal.Lihat di kamus →, atau hasil BiopsiPengambilan sepotong kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah cara memastikan diagnosis kanker.Lihat di kamus → dan skrining tidak sesuai.
Cara melakukan konisasi
- LLETZ / LEEP / LLETZTindakan mengangkat jaringan serviks yang abnormal menggunakan kawat tipis beraliran listrik.Lihat di kamus → — memakai kawat tipis beraliran listrik. Cepat, sering cukup dengan bius lokal di poliklinik atau kamar tindakan.
- Konisasi pisau dingin (cold knife) — memakai pisau bedah di kamar operasi dengan Anestesi Umum (Bius Total)Pembiusan yang membuat pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama operasi berlangsung.Lihat di kamus →; dipilih bila perlu contoh jaringan yang lebih utuh.
Persiapan
- Biasanya dijadwalkan setelah haid selesai.
- Sampaikan obat yang Anda minum (terutama pengencer darah) dan riwayat alergi.
- Bila memakai bius umum atau sedasi, Anda akan diminta berpuasa beberapa jam.
Proses & pemulihan
- Tindakannya singkat (umumnya 10–20 menit) dan sering bisa rawat jalan — pulang pada hari yang sama.
- Setelahnya wajar muncul bercak darah atau cairan selama beberapa minggu.
- Hindari berhubungan seksual, memakai tampon, berenang, dan mengangkat beban berat selama sekitar 4 minggu, atau sesuai anjuran dokter.
- Jaringan yang diangkat dikirim untuk Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA)Pemeriksaan jaringan tubuh di bawah mikroskop oleh dokter spesialis untuk memastikan diagnosis. Hasilnya biasanya keluar dalam beberapa hari hingga dua minggu.Lihat di kamus →.
Hasil & tindak lanjut
Dokter menilai apakah lesi terangkat tuntas dengan melihat Tepi Sayatan (Margin)Batas tepi jaringan yang diangkat saat operasi. Disebut "bebas" bila tidak ditemukan sel abnormal di tepinya, yang berarti lesi kemungkinan terangkat tuntas.Lihat di kamus →:
- Tepi bebas (tidak ada sel abnormal di tepinya) — biasanya cukup dipantau dengan kontrol berkala.
- Tepi masih mengandung lesi — mungkin diperlukan pemantauan lebih ketat atau tindakan ulang.
Apa pun hasilnya, Anda tetap perlu menjalani skrining lanjutan (tes HPV atau Pap smear) sesuai jadwal yang dianjurkan.
Risiko & efek samping
- Jangka pendek: perdarahan, infeksi, atau keputihan.
- Jangka panjang (lebih jarang): penyempitan mulut rahim, atau melemahnya leher rahim (Serviks InkompetenKeadaan leher rahim melemah atau memendek sehingga berisiko membuka terlalu dini saat hamil. Risikonya sedikit meningkat setelah konisasi yang luas atau berulang.Lihat di kamus →) yang dapat sedikit meningkatkan risiko kelahiran prematur pada kehamilan berikutnya — terutama bila konisasi luas atau berulang.
Konisasi, kesuburan & kehamilan
Konisasi umumnya tidak menghilangkan kesuburan. Namun ada sedikit peningkatan risiko kelahiran prematur atau leher rahim melemah pada kehamilan setelahnya. Karena itu, bila Anda merencanakan kehamilan atau sedang hamil setelah konisasi, beri tahu dokter kandungan agar kehamilan dapat dipantau dengan tepat.