Kanker Ginekologi
Kanker Serviks (Leher Rahim)
Mengenal kanker leher rahim: gejala, penyebab (HPV), pemeriksaan, pengobatan, hingga pencegahan lewat vaksin & skrining.
Kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling sering dialami perempuan di Indonesia. Kabar baiknya: kanker ini termasuk yang paling bisa dicegah dan, bila ditemukan dini, paling bisa diobati. Halaman ini menjelaskannya langkah demi langkah.
Apa itu kanker serviks?
Serviks (Leher Rahim)Bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rahim dengan vagina. Sering disebut "leher rahim".Lihat di kamus β adalah bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rahim dengan vagina β itulah yang sering disebut βleher rahimβ.
Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim tumbuh tidak terkendali. Prosesnya biasanya berlangsung perlahan, bertahun-tahun. Sebelum menjadi kanker, sel mengalami perubahan yang disebut Lesi PrakankerPerubahan sel yang belum menjadi kanker, tetapi bisa berkembang menjadi kanker bila tidak ditangani. Pada tahap ini pengobatan sangat efektif.Lihat di kamus β. Pada tahap ini, perubahan masih sangat mudah diobati β inilah alasan mengapa pemeriksaan rutin sangat penting.
Gejala yang perlu diwaspadai
Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala apa pun. Karena itu, jangan menunggu ada keluhan untuk memeriksakan diri.
Gejala biasanya baru muncul ketika penyakit sudah berkembang, antara lain:
- Perdarahan tidak normal dari vagina, seperti:
- perdarahan setelah berhubungan seksual,
- perdarahan di luar jadwal haid,
- perdarahan setelah menopause (setelah berhenti haid).
- Keputihan tidak normal β lebih banyak, berbau, atau bercampur darah.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Nyeri di panggul atau perut bagian bawah.
Pada tahap yang lebih lanjut bisa muncul nyeri pinggang/punggung bawah, bengkak pada tungkai, gangguan saat buang air kecil atau besar, serta penurunan berat badan tanpa sebab.
Faktor risiko & penyebab
Hampir semua kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papillomavirus)Virus yang menular melalui kontak seksual. Beberapa tipe berisiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18) dapat menyebabkan kanker serviks bila menetap lama.Lihat di kamus β (Human Papillomavirus) tipe risiko tinggi yang menetap lama β terutama tipe 16 dan 18. HPV adalah virus yang sangat umum dan menular melalui kontak seksual. Pada kebanyakan orang, tubuh mampu membersihkan virus ini sendiri; masalah baru timbul bila infeksinya menetap bertahun-tahun.
Beberapa hal yang meningkatkan risiko:
- Infeksi HPV risiko tinggi yang menetap.
- Merokok.
- Berhubungan seksual pada usia sangat muda atau berganti-ganti pasangan.
- Memiliki banyak anak (sering melahirkan).
- Daya tahan tubuh lemah, misalnya pada pengidap HIV.
- Tidak pernah menjalani skrining (Pap smear/IVA/tes HPV).
Bagaimana cara mendeteksi & mendiagnosis?
Pemeriksaan dilakukan dua tahap: skrining (mencari tanda dini pada orang tanpa keluhan) dan diagnosis (memastikan bila ada kecurigaan).
Pemeriksaan skrining:
- IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)Pemeriksaan skrining sederhana dengan mengoleskan asam asetat (cuka encer) ke serviks untuk melihat perubahan sel. Tersedia di banyak puskesmas.Lihat di kamus β β pemeriksaan sederhana dengan mengoleskan asam asetat (cuka encer) ke leher rahim. Murah, cepat, dan tersedia di banyak puskesmas.
- Pap Smear (Tes Pap)Pengambilan sampel sel dari permukaan serviks untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi sel abnormal sejak dini.Lihat di kamus β β mengambil sampel sel leher rahim untuk diperiksa di laboratorium.
- Tes HPV DNAPemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus HPV berisiko tinggi pada serviks.Lihat di kamus β β mendeteksi keberadaan virus HPV risiko tinggi.
Bila hasil skrining tidak normal, dokter akan melanjutkan dengan:
- KolposkopiPemeriksaan serviks menggunakan alat pembesar bercahaya (kolposkop) untuk melihat area abnormal lebih jelas, biasanya setelah hasil skrining tidak normal.Lihat di kamus β β melihat leher rahim dengan alat pembesar.
- BiopsiPengambilan sepotong kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah cara memastikan diagnosis kanker.Lihat di kamus β β mengambil sedikit jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Inilah pemeriksaan yang memastikan diagnosis.
Bila terbukti kanker, dokter mungkin meminta pemeriksaan tambahan (seperti USG, CT, atau MRI) untuk menentukan stadium atau seberapa jauh penyebarannya.
Stadium kanker serviks
StadiumTingkat penyebaran kanker, mulai dari terbatas di satu tempat (dini) hingga menyebar ke organ lain (lanjut). Stadium membantu menentukan pilihan pengobatan.Lihat di kamus β menggambarkan seberapa jauh kanker telah menyebar. Secara sederhana:
- Prakanker β belum menjadi kanker; sangat mudah diobati.
- Stadium I β kanker masih terbatas di leher rahim.
- Stadium II β sudah menyebar ke jaringan sekitar, tetapi belum mencapai dinding panggul atau sepertiga bawah vagina.
- Stadium III β menyebar ke dinding panggul, sepertiga bawah vagina, atau mengganggu fungsi ginjal.
- Stadium IV β menyebar ke kandung kemih/usus, atau ke organ yang jauh (MetastasisPenyebaran sel kanker dari tempat asalnya ke bagian tubuh yang lain.Lihat di kamus β).
Stadium membantu dokter memilih pengobatan yang paling tepat. Semakin dini ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan.
Pilihan pengobatan
Pengobatan disesuaikan dengan stadium, usia, kondisi kesehatan, serta rencana memiliki anak. Dokter akan menjelaskan pilihan yang paling sesuai untuk Anda.
Untuk lesi prakanker:
- KrioterapiPengobatan dengan cara membekukan dan merusak sel-sel abnormal.Lihat di kamus β (membekukan sel abnormal), LEEP / LLETZTindakan mengangkat jaringan serviks yang abnormal menggunakan kawat tipis beraliran listrik.Lihat di kamus β, atau KonisasiPengangkatan jaringan serviks berbentuk kerucut, dipakai untuk memastikan diagnosis sekaligus mengobati lesi prakanker.Lihat di kamus β. Tindakan ini relatif singkat dan efektif.
Untuk kanker stadium awal:
- Operasi β mulai dari pengangkatan sebagian leher rahim hingga Histerektomi RadikalOperasi pengangkatan rahim beserta jaringan penyangga di sekitarnya dan bagian atas vagina, biasanya untuk kanker serviks stadium awal.Lihat di kamus β (pengangkatan rahim beserta jaringan sekitarnya), kadang disertai pengangkatan Kelenjar Getah BeningKelenjar kecil bagian dari sistem pertahanan tubuh. Sel kanker kadang menyebar lebih dulu ke kelenjar ini.Lihat di kamus β.
- Pada kasus tertentu yang masih ingin punya anak, dokter dapat mempertimbangkan TrakelektomiOperasi pengangkatan serviks dengan tetap mempertahankan rahim, sehingga pada kasus tertentu masih memungkinkan kehamilan.Lihat di kamus β.
Untuk kanker stadium lanjut (lokal):
- KemoradiasiPemberian kemoterapi dan radioterapi secara bersamaan agar saling menguatkan, sering dipakai pada kanker serviks stadium lanjut lokal.Lihat di kamus β β kombinasi Radioterapi (Radiasi)Pengobatan kanker menggunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker.Lihat di kamus β dan KemoterapiPengobatan kanker menggunakan obat-obatan (lewat infus atau diminum) untuk membunuh atau menghambat sel kanker.Lihat di kamus β yang diberikan bersamaan, biasanya dilengkapi BrakiterapiJenis radioterapi yang sumber radiasinya ditempatkan dekat atau di dalam tumor, dari dalam tubuh.Lihat di kamus β.
Untuk kanker yang sudah menyebar jauh atau kambuh:
- KemoterapiPengobatan kanker menggunakan obat-obatan (lewat infus atau diminum) untuk membunuh atau menghambat sel kanker.Lihat di kamus β sistemik, kadang dikombinasi dengan Terapi TargetObat yang dirancang menyerang bagian tertentu pada sel kanker, sehingga lebih terarah.Lihat di kamus β atau ImunoterapiPengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.Lihat di kamus β.
- PaliatifPerawatan yang bertujuan meringankan gejala dan menjaga kualitas hidup, bukan untuk menyembuhkan.Lihat di kamus β untuk meringankan gejala dan menjaga kualitas hidup β bisa berjalan bersama pengobatan lain.
Persiapan & apa yang akan dialami
- Sebelum pengobatan: dokter menjelaskan rencana terapi. Ini saat yang tepat untuk bertanya dan, bila perlu, meminta pendapat kedua (second opinion).
- Operasi: memerlukan persiapan (puasa, pemeriksaan darah) dan waktu pemulihan beberapa minggu.
- Radioterapi: umumnya dijalani beberapa kali dalam beberapa minggu. Tiap sesi penyinaran sendiri singkat dan tidak terasa sakit.
- Kemoterapi: diberikan dalam beberapa siklus, dengan jeda untuk pemulihan tubuh di antaranya.
Membawa anggota keluarga sebagai pendamping sangat membantu β untuk dukungan sekaligus mengingat penjelasan dokter.
Efek samping & cara menghadapinya
Efek samping berbeda-beda pada tiap orang dan sebagian besar bisa dikelola. Selalu laporkan keluhan Anda kepada tim medis.
- Operasi: nyeri, lelah, kadang gangguan berkemih sementara, atau LimfedemaPembengkakan (sering di tungkai) akibat terganggunya aliran cairan getah bening, kadang muncul setelah operasi atau radiasi.Lihat di kamus β (bengkak pada tungkai).
- Radioterapi: lelah, kulit area penyinaran kemerahan, diare, perubahan pada vagina (kering atau menyempit). Jika ovarium ikut terkena, dapat terjadi Menopause DiniBerhentinya menstruasi lebih cepat dari biasanya, bisa terjadi akibat operasi pengangkatan ovarium atau radiasi.Lihat di kamus β.
- Kemoterapi: mual, rambut rontok, mudah lelah, lebih rentan infeksi, atau NeuropatiGangguan saraf yang dapat menimbulkan kebas, kesemutan, atau nyeri, kadang sebagai efek samping kemoterapi.Lihat di kamus β (kebas/kesemutan).
Setelah pengobatan: kontrol rutin
Setelah pengobatan selesai, Anda tetap perlu kontrol berkala agar dokter dapat memantau pemulihan dan mendeteksi sejak dini bila kanker Kambuh (Rekurensi)Kanker yang muncul kembali setelah sebelumnya membaik atau dinyatakan hilang.Lihat di kamus β. Jadwal kontrol biasanya lebih sering pada tahun-tahun pertama, lalu makin jarang.
Beberapa hal yang membantu pemulihan:
- Datang pada setiap jadwal kontrol, walau merasa sehat.
- Menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan, dan berhenti merokok.
- Merawat kesehatan seksual dan emosional β bicarakan keluhan ini dengan dokter, karena ada solusinya.
- Mencari dukungan psikologis bila merasa cemas atau sedih berkepanjangan.
Pencegahan & deteksi dini
Inilah bagian paling menggembirakan: kanker serviks sangat bisa dicegah.
- Vaksinasi HPV. Vaksin HPVVaksin untuk mencegah infeksi HPV penyebab sebagian besar kanker serviks. Paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.Lihat di kamus β melindungi dari tipe virus penyebab sebagian besar kanker serviks. Paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Di Indonesia, vaksin HPV telah masuk program imunisasi nasional untuk anak perempuan usia sekolah dasar (sekitar kelas 5 dan 6).
- Skrining rutin. SkriningPemeriksaan berkala untuk menemukan penyakit sedini mungkin, bahkan sebelum muncul gejala. Untuk kanker serviks contohnya IVA, Pap smear, atau tes HPV DNA.Lihat di kamus β (IVA, Pap smear, atau tes HPV DNA) dapat menemukan perubahan sel sebelum menjadi kanker. Umumnya dianjurkan bagi perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual, sesuai anjuran dokter atau program kesehatan setempat.
- Gaya hidup sehat. Tidak merokok dan menerapkan perilaku seksual yang aman.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kalau sudah divaksin HPV, apakah masih perlu skrining? Ya. Vaksin tidak melindungi dari semua tipe HPV, jadi skrining rutin tetap diperlukan.
Saya sudah aktif berhubungan seksual, apakah vaksin masih berguna? Vaksin paling optimal sebelum aktif seksual, tetapi pada banyak kasus masih bisa memberi manfaat. Diskusikan dengan dokter.
Apakah kanker serviks bisa sembuh? Bila ditemukan pada tahap dini, peluang sembuhnya sangat besar. Karena itu deteksi dini sangat penting.
Apakah saya masih bisa hamil setelah pengobatan? Tergantung jenis pengobatan. Beberapa tindakan mempertahankan kemampuan hamil, sebagian tidak. Bicarakan keinginan punya anak dengan dokter sebelum pengobatan dimulai.
Apakah Pap smear/IVA menyakitkan? Umumnya tidak nyeri, hanya terasa kurang nyaman sebentar.