Kanker Ginekologi
Kanker Ovarium (Indung Telur)
Mengenal kanker indung telur: gejala yang sering samar, faktor risiko (termasuk gen BRCA), pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauannya.
Kanker ovarium kadang dijuluki βsilent killerβ karena gejala awalnya sering samar dan mudah dikira gangguan pencernaan biasa, sehingga baru ketahuan saat sudah lanjut. Mengenali gejala dan faktor risikonya membuat Anda lebih waspada dan bisa memeriksakan diri lebih awal.
Apa itu kanker ovarium?
Ovarium (Indung Telur)Sepasang organ kecil di kanan dan kiri rahim yang menghasilkan sel telur serta hormon perempuan.Lihat di kamus β adalah sepasang organ kecil di kanan dan kiri rahim yang menghasilkan sel telur serta hormon perempuan. Kanker ovarium terjadi ketika sel-sel di area ini tumbuh tidak terkendali.
Ada beberapa jenis, tetapi yang paling sering adalah tipe epitelial (berasal dari lapisan permukaan). Menariknya, banyak kasus tipe tersering ini kini diduga justru bermula di Tuba Falopi (Saluran Telur)Sepasang saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Banyak kanker ovarium tipe tersering kini diduga bermula di sini.Lihat di kamus β atau PeritoneumSelaput tipis yang melapisi rongga perut dan menyelimuti organ-organ di dalamnya.Lihat di kamus β, lalu melibatkan ovarium. Jenis lain (misalnya tumor sel germinal) lebih jarang dan kerap menyerang perempuan yang lebih muda.
Gejala yang perlu diwaspadai
Gejala kanker ovarium sering samar dan mirip keluhan sehari-hari. Yang penting diperhatikan adalah gejala yang baru muncul dan menetap (hampir tiap hari, lebih dari 2β3 minggu):
- Perut kembung atau begah yang menetap.
- Cepat merasa kenyang walau makan sedikit, atau berkurangnya nafsu makan.
- Nyeri di perut bawah atau panggul.
- Perut tampak membesar (bisa karena penumpukan cairan / AsitesPenumpukan cairan di dalam rongga perut yang membuat perut tampak membesar; dapat terjadi pada kanker ovarium stadium lanjut.Lihat di kamus β).
- Lebih sering buang air kecil atau terasa ingin terus.
- Perubahan pola buang air besar, mudah lelah, atau berat badan turun tanpa sebab.
Faktor risiko & penyebab
Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa hal meningkatkan risiko:
- Bertambahnya usia (lebih sering setelah menopause).
- Riwayat keluarga kanker ovarium, payudara, atau usus besar.
- Mutasi gen BRCA1 / BRCA2Gen yang bila mengalami mutasi dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan payudara. Mutasinya bisa diturunkan dalam keluarga.Lihat di kamus β atau sindrom Lynch yang diturunkan dalam keluarga.
- Tidak pernah hamil, haid pertama pada usia sangat dini, atau menopause yang terlambat.
- Endometriosis.
- Terapi hormon menopause jangka panjang.
Beberapa hal justru menurunkan risiko, seperti pernah hamil, menyusui, dan penggunaan pil KB.
Bagaimana cara mendeteksi & mendiagnosis?
Berbeda dengan kanker serviks, belum ada pemeriksaan skrining massal yang terbukti efektif untuk kanker ovarium pada perempuan tanpa keluhan. Karena itu, mengenali gejala menjadi sangat penting.
Bila ada kecurigaan, dokter dapat melakukan:
- Pemeriksaan panggul oleh dokter.
- USG TransvaginalPemeriksaan ultrasonografi melalui vagina untuk melihat ovarium dan rahim dengan lebih jelas.Lihat di kamus β untuk melihat ovarium lebih jelas.
- Pemeriksaan darah CA-125Salah satu petanda tumor dalam darah yang kadarnya dapat meningkat pada kanker ovarium. Berguna terutama untuk pemantauan, bukan untuk memastikan diagnosis.Lihat di kamus β (kadang bersama HE4) β sebuah Petanda TumorZat (sering berupa protein) dalam darah yang kadarnya bisa meningkat pada kanker tertentu, dipakai untuk membantu pemantauan penyakit.Lihat di kamus β.
- CT atau MRI untuk menilai penyebaran.
Diagnosis pasti umumnya baru diperoleh saat operasi, ketika jaringan diambil dan diperiksa di bawah mikroskop (kadang didahului BiopsiPengambilan sepotong kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah cara memastikan diagnosis kanker.Lihat di kamus β).
Stadium kanker ovarium
StadiumTingkat penyebaran kanker, mulai dari terbatas di satu tempat (dini) hingga menyebar ke organ lain (lanjut). Stadium membantu menentukan pilihan pengobatan.Lihat di kamus β menggambarkan seberapa jauh kanker telah menyebar:
- Stadium I β terbatas pada ovarium (satu atau kedua sisi).
- Stadium II β menyebar ke organ lain di rongga panggul.
- Stadium III β menyebar ke rongga perut (misalnya permukaan usus, OmentektomiPengangkatan omentum β lapisan lemak yang menggantung di rongga perut dan sering menjadi tempat penyebaran kanker ovarium.Lihat di kamus β) atau ke Kelenjar Getah BeningKelenjar kecil bagian dari sistem pertahanan tubuh. Sel kanker kadang menyebar lebih dulu ke kelenjar ini.Lihat di kamus β. Sayangnya, banyak kasus baru ditemukan pada tahap ini.
- Stadium IV β menyebar ke organ yang jauh seperti paru atau hati (MetastasisPenyebaran sel kanker dari tempat asalnya ke bagian tubuh yang lain.Lihat di kamus β).
Pilihan pengobatan
Pengobatan kanker ovarium umumnya menggabungkan operasi dan kemoterapi. Rinciannya ditentukan dokter sesuai jenis, stadium, dan kondisi Anda.
Operasi (Operasi Sitoreduksi (Debulking)Operasi mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker di rongga perut. Hasil terbaik bila tidak ada sisa tumor yang masih terlihat.Lihat di kamus β): bertujuan mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker. Sering mencakup pengangkatan rahim (HisterektomiOperasi pengangkatan rahim.Lihat di kamus β), kedua ovarium dan tuba (Salpingo-ooforektomiOperasi pengangkatan ovarium beserta tuba falopi. Bila dilakukan pada kedua sisi disebut bilateral.Lihat di kamus β), serta OmentektomiPengangkatan omentum β lapisan lemak yang menggantung di rongga perut dan sering menjadi tempat penyebaran kanker ovarium.Lihat di kamus β. Hasil terbaik bila tidak ada lagi sisa tumor yang terlihat.
KemoterapiPengobatan kanker menggunakan obat-obatan (lewat infus atau diminum) untuk membunuh atau menghambat sel kanker.Lihat di kamus β: biasanya obat berbasis platinum (misalnya karboplatin) dikombinasi dengan paklitaksel. Pada tumor yang sudah luas, kemoterapi kadang diberikan lebih dulu (Terapi NeoadjuvanPengobatan (misalnya kemoterapi) yang diberikan lebih dulu sebelum operasi untuk mengecilkan tumor.Lihat di kamus β) untuk mengecilkan tumor sebelum operasi.
Terapi Rumatan (Maintenance)Pengobatan lanjutan setelah kemoterapi utama untuk menjaga agar kanker tidak cepat kembali.Lihat di kamus β & terapi target: setelah kemoterapi utama, dokter dapat menambahkan Penghambat PARP (PARP Inhibitor)Obat terapi target yang sering dipakai sebagai terapi rumatan kanker ovarium, terutama pada pasien dengan mutasi BRCA.Lihat di kamus β (terutama pada mutasi BRCA) atau Terapi TargetObat yang dirancang menyerang bagian tertentu pada sel kanker, sehingga lebih terarah.Lihat di kamus β lain untuk menahan kekambuhan.
PaliatifPerawatan yang bertujuan meringankan gejala dan menjaga kualitas hidup, bukan untuk menyembuhkan.Lihat di kamus β: meringankan gejala dan menjaga kualitas hidup, dapat berjalan bersama pengobatan lain.
Persiapan & apa yang akan dialami
- Sebelum pengobatan: dokter menjelaskan rencana terapi. Sampaikan riwayat kesehatan dan keluarga, serta tanyakan hal yang belum jelas.
- Operasi: termasuk operasi besar di perut, memerlukan persiapan dan pemulihan beberapa minggu.
- Bila kedua ovarium dan rahim diangkat: Anda tidak lagi bisa hamil dan akan mengalami Menopause DiniBerhentinya menstruasi lebih cepat dari biasanya, bisa terjadi akibat operasi pengangkatan ovarium atau radiasi.Lihat di kamus β. Bila Anda masih ingin punya anak, bicarakan sebelum operasi β pada kasus tertentu (jenis dan stadium tertentu) ada upaya mempertahankan kesuburan.
- Kemoterapi: diberikan dalam beberapa siklus dengan jeda pemulihan.
Efek samping & cara menghadapinya
Sebagian besar efek samping dapat dikelola. Selalu laporkan keluhan Anda.
- Operasi: nyeri, lelah, danβbila ovarium diangkatβmenopause beserta gejalanya.
- Kemoterapi: mual, rambut rontok, mudah lelah, lebih rentan infeksi, atau NeuropatiGangguan saraf yang dapat menimbulkan kebas, kesemutan, atau nyeri, kadang sebagai efek samping kemoterapi.Lihat di kamus β (kebas/kesemutan).
Setelah pengobatan: kontrol rutin
Setelah pengobatan, Anda tetap perlu kontrol berkala. Dokter memantau gejala dan, bila relevan, kadar CA-125Salah satu petanda tumor dalam darah yang kadarnya dapat meningkat pada kanker ovarium. Berguna terutama untuk pemantauan, bukan untuk memastikan diagnosis.Lihat di kamus β.
Kanker ovarium memang relatif sering Kambuh (Rekurensi)Kanker yang muncul kembali setelah sebelumnya membaik atau dinyatakan hilang.Lihat di kamus β, tetapi bila kambuh masih dapat diobati kembali. Karena itu pemantauan rutin dan melaporkan keluhan baru sangat penting. Dukungan psikologis juga membantu menjalani masa ini.
Pencegahan & deteksi dini
Karena belum ada SkriningPemeriksaan berkala untuk menemukan penyakit sedini mungkin, bahkan sebelum muncul gejala. Untuk kanker serviks contohnya IVA, Pap smear, atau tes HPV DNA.Lihat di kamus β massal yang efektif, langkah terbaik adalah:
- Kenali gejala yang menetap (kembung, cepat kenyang, nyeri panggul) dan segera periksa bila berlangsung lebih dari 2β3 minggu.
- Konseling & tes genetik bila ada riwayat keluarga kuat. Pada pembawa mutasi BRCA1 / BRCA2Gen yang bila mengalami mutasi dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan payudara. Mutasinya bisa diturunkan dalam keluarga.Lihat di kamus β berisiko tinggi, operasi pengurang risiko (mengangkat tuba dan ovarium) dapat dipertimbangkan setelah selesai memiliki anak β keputusan ini didiskusikan mendalam dengan dokter.
- Faktor penurun risiko seperti menyusui dan penggunaan pil KB (atas anjuran dokter).
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ada Pap smear untuk ovarium? Tidak. Pap smear hanya untuk kanker serviks. Hingga kini belum ada skrining kanker ovarium yang terbukti efektif untuk perempuan tanpa keluhan.
Apakah semua kista ovarium berbahaya? Tidak. Sebagian besar kista bersifat jinak. Namun kista yang menetap atau mencurigakan tetap perlu dievaluasi dokter.
Apakah kanker ovarium diturunkan? Sebagian berkaitan dengan gen seperti BRCA atau sindrom Lynch. Konseling genetik membantu menilai risiko keluarga.
Kalau CA-125 saya normal, berarti aman? Belum tentu. CA-125 bisa normal walau ada kanker, dan bisa tinggi pada kondisi jinak. Ia hanya salah satu alat bantu.
Masih bisakah saya hamil setelah pengobatan? Tergantung jenis dan stadium. Pada kasus tertentu pada perempuan muda, kesuburan dapat diupayakan tetap terjaga. Diskusikan sebelum pengobatan dimulai.