← Semua topik

Kanker Ginekologi

Kanker Ovarium (Indung Telur)

Mengenal kanker indung telur: gejala yang sering samar, faktor risiko (termasuk gen BRCA), pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauannya.

Konten ini telah divalidasi oleh dr. Muhammad Rizki Yaznil, M.Ked(OG), SpOG.Subsp(Onk). Diperbarui 23 Juni 2026.

Kanker ovarium kadang dijuluki β€œsilent killer” karena gejala awalnya sering samar dan mudah dikira gangguan pencernaan biasa, sehingga baru ketahuan saat sudah lanjut. Mengenali gejala dan faktor risikonya membuat Anda lebih waspada dan bisa memeriksakan diri lebih awal.

Apa itu kanker ovarium?

Ovarium (Indung Telur)Sepasang organ kecil di kanan dan kiri rahim yang menghasilkan sel telur serta hormon perempuan.Lihat di kamus β†’ adalah sepasang organ kecil di kanan dan kiri rahim yang menghasilkan sel telur serta hormon perempuan. Kanker ovarium terjadi ketika sel-sel di area ini tumbuh tidak terkendali.

Ada beberapa jenis, tetapi yang paling sering adalah tipe epitelial (berasal dari lapisan permukaan). Menariknya, banyak kasus tipe tersering ini kini diduga justru bermula di Tuba Falopi (Saluran Telur)Sepasang saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Banyak kanker ovarium tipe tersering kini diduga bermula di sini.Lihat di kamus β†’ atau PeritoneumSelaput tipis yang melapisi rongga perut dan menyelimuti organ-organ di dalamnya.Lihat di kamus β†’, lalu melibatkan ovarium. Jenis lain (misalnya tumor sel germinal) lebih jarang dan kerap menyerang perempuan yang lebih muda.

Gejala yang perlu diwaspadai

Gejala kanker ovarium sering samar dan mirip keluhan sehari-hari. Yang penting diperhatikan adalah gejala yang baru muncul dan menetap (hampir tiap hari, lebih dari 2–3 minggu):

Faktor risiko & penyebab

Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa hal meningkatkan risiko:

Beberapa hal justru menurunkan risiko, seperti pernah hamil, menyusui, dan penggunaan pil KB.

Bagaimana cara mendeteksi & mendiagnosis?

Berbeda dengan kanker serviks, belum ada pemeriksaan skrining massal yang terbukti efektif untuk kanker ovarium pada perempuan tanpa keluhan. Karena itu, mengenali gejala menjadi sangat penting.

Bila ada kecurigaan, dokter dapat melakukan:

Diagnosis pasti umumnya baru diperoleh saat operasi, ketika jaringan diambil dan diperiksa di bawah mikroskop (kadang didahului BiopsiPengambilan sepotong kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah cara memastikan diagnosis kanker.Lihat di kamus β†’).

Stadium kanker ovarium

StadiumTingkat penyebaran kanker, mulai dari terbatas di satu tempat (dini) hingga menyebar ke organ lain (lanjut). Stadium membantu menentukan pilihan pengobatan.Lihat di kamus β†’ menggambarkan seberapa jauh kanker telah menyebar:

Pilihan pengobatan

Pengobatan kanker ovarium umumnya menggabungkan operasi dan kemoterapi. Rinciannya ditentukan dokter sesuai jenis, stadium, dan kondisi Anda.

Operasi (Operasi Sitoreduksi (Debulking)Operasi mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker di rongga perut. Hasil terbaik bila tidak ada sisa tumor yang masih terlihat.Lihat di kamus β†’): bertujuan mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker. Sering mencakup pengangkatan rahim (HisterektomiOperasi pengangkatan rahim.Lihat di kamus β†’), kedua ovarium dan tuba (Salpingo-ooforektomiOperasi pengangkatan ovarium beserta tuba falopi. Bila dilakukan pada kedua sisi disebut bilateral.Lihat di kamus β†’), serta OmentektomiPengangkatan omentum β€” lapisan lemak yang menggantung di rongga perut dan sering menjadi tempat penyebaran kanker ovarium.Lihat di kamus β†’. Hasil terbaik bila tidak ada lagi sisa tumor yang terlihat.

KemoterapiPengobatan kanker menggunakan obat-obatan (lewat infus atau diminum) untuk membunuh atau menghambat sel kanker.Lihat di kamus β†’: biasanya obat berbasis platinum (misalnya karboplatin) dikombinasi dengan paklitaksel. Pada tumor yang sudah luas, kemoterapi kadang diberikan lebih dulu (Terapi NeoadjuvanPengobatan (misalnya kemoterapi) yang diberikan lebih dulu sebelum operasi untuk mengecilkan tumor.Lihat di kamus β†’) untuk mengecilkan tumor sebelum operasi.

Terapi Rumatan (Maintenance)Pengobatan lanjutan setelah kemoterapi utama untuk menjaga agar kanker tidak cepat kembali.Lihat di kamus β†’ & terapi target: setelah kemoterapi utama, dokter dapat menambahkan Penghambat PARP (PARP Inhibitor)Obat terapi target yang sering dipakai sebagai terapi rumatan kanker ovarium, terutama pada pasien dengan mutasi BRCA.Lihat di kamus β†’ (terutama pada mutasi BRCA) atau Terapi TargetObat yang dirancang menyerang bagian tertentu pada sel kanker, sehingga lebih terarah.Lihat di kamus β†’ lain untuk menahan kekambuhan.

PaliatifPerawatan yang bertujuan meringankan gejala dan menjaga kualitas hidup, bukan untuk menyembuhkan.Lihat di kamus β†’: meringankan gejala dan menjaga kualitas hidup, dapat berjalan bersama pengobatan lain.

Persiapan & apa yang akan dialami

Efek samping & cara menghadapinya

Sebagian besar efek samping dapat dikelola. Selalu laporkan keluhan Anda.

Setelah pengobatan: kontrol rutin

Setelah pengobatan, Anda tetap perlu kontrol berkala. Dokter memantau gejala dan, bila relevan, kadar CA-125Salah satu petanda tumor dalam darah yang kadarnya dapat meningkat pada kanker ovarium. Berguna terutama untuk pemantauan, bukan untuk memastikan diagnosis.Lihat di kamus β†’.

Kanker ovarium memang relatif sering Kambuh (Rekurensi)Kanker yang muncul kembali setelah sebelumnya membaik atau dinyatakan hilang.Lihat di kamus β†’, tetapi bila kambuh masih dapat diobati kembali. Karena itu pemantauan rutin dan melaporkan keluhan baru sangat penting. Dukungan psikologis juga membantu menjalani masa ini.

Pencegahan & deteksi dini

Karena belum ada SkriningPemeriksaan berkala untuk menemukan penyakit sedini mungkin, bahkan sebelum muncul gejala. Untuk kanker serviks contohnya IVA, Pap smear, atau tes HPV DNA.Lihat di kamus β†’ massal yang efektif, langkah terbaik adalah:

  1. Kenali gejala yang menetap (kembung, cepat kenyang, nyeri panggul) dan segera periksa bila berlangsung lebih dari 2–3 minggu.
  2. Konseling & tes genetik bila ada riwayat keluarga kuat. Pada pembawa mutasi BRCA1 / BRCA2Gen yang bila mengalami mutasi dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan payudara. Mutasinya bisa diturunkan dalam keluarga.Lihat di kamus β†’ berisiko tinggi, operasi pengurang risiko (mengangkat tuba dan ovarium) dapat dipertimbangkan setelah selesai memiliki anak β€” keputusan ini didiskusikan mendalam dengan dokter.
  3. Faktor penurun risiko seperti menyusui dan penggunaan pil KB (atas anjuran dokter).

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ada Pap smear untuk ovarium? Tidak. Pap smear hanya untuk kanker serviks. Hingga kini belum ada skrining kanker ovarium yang terbukti efektif untuk perempuan tanpa keluhan.

Apakah semua kista ovarium berbahaya? Tidak. Sebagian besar kista bersifat jinak. Namun kista yang menetap atau mencurigakan tetap perlu dievaluasi dokter.

Apakah kanker ovarium diturunkan? Sebagian berkaitan dengan gen seperti BRCA atau sindrom Lynch. Konseling genetik membantu menilai risiko keluarga.

Kalau CA-125 saya normal, berarti aman? Belum tentu. CA-125 bisa normal walau ada kanker, dan bisa tinggi pada kondisi jinak. Ia hanya salah satu alat bantu.

Masih bisakah saya hamil setelah pengobatan? Tergantung jenis dan stadium. Pada kasus tertentu pada perempuan muda, kesuburan dapat diupayakan tetap terjaga. Diskusikan sebelum pengobatan dimulai.

Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter


← Semua topik