← Semua topik

Pengobatan & Prosedur

Histerektomi (Operasi Angkat Rahim)

Mengenal histerektomi: operasi pengangkatan rahim — alasannya, jenis-jenisnya, cara operasi (perut/vagina/laparoskopi), persiapan, pemulihan, dampak, dan tanda bahaya.

Konten ini telah divalidasi oleh dr. Muhammad Rizki Yaznil, M.Ked(OG), SpOG.Subsp(Onk). Diperbarui 23 Juni 2026.

Histerektomi adalah operasi mengangkat rahim, dan termasuk salah satu operasi kandungan yang paling sering dilakukan. Halaman ini menjelaskan alasan, jenis, cara operasi, serta apa yang akan Anda alami sebelum dan sesudahnya.

Apa itu histerektomi?

HisterektomiOperasi pengangkatan rahim.Lihat di kamus → adalah operasi pengangkatan Rahim (Uterus)Organ berongga tempat janin tumbuh selama kehamilan. Dindingnya terdiri atas beberapa lapisan otot dan selaput.Lihat di kamus →. Setelah rahim diangkat, seseorang tidak lagi mengalami haid dan tidak dapat hamil.

Jenis histerektomi

Kadang histerektomi disertai pengangkatan ovarium dan tuba (Salpingo-ooforektomiOperasi pengangkatan ovarium beserta tuba falopi. Bila dilakukan pada kedua sisi disebut bilateral.Lihat di kamus →) — dibahas di halaman tersendiri.

Cara operasi (pendekatan)

Pilihan pendekatan tergantung alasan operasi, ukuran rahim, dan pertimbangan dokter.

Mengapa histerektomi dilakukan?

Persiapan sebelum operasi

Apa yang dialami & pemulihan

Setelah histerektomi

Risiko & komplikasi

Seperti operasi besar lainnya, ada kemungkinan perdarahan, infeksi, cedera organ sekitar, reaksi terhadap pembiusan, dan bekuan darah. Secara umum histerektomi tergolong aman bila dikerjakan oleh tim yang berpengalaman.


← Semua topik