πŸ“– Kamus Istilah

Arti istilah medis yang sering muncul saat berkonsultasi, dijelaskan dengan bahasa sehari-hari.

Abses Umum
Kumpulan nanah akibat infeksi, biasanya terasa nyeri, bengkak, dan kemerahan.
Adenomiosis Umum
Kondisi ketika jaringan mirip endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim, menyebabkan haid nyeri dan banyak serta rahim membesar.
Adjuvan Pengobatan
Terapi tambahan (misalnya kemoterapi atau radioterapi) yang diberikan setelah pengobatan utama β€” biasanya operasi β€” untuk membunuh sisa sel kanker dan menurunkan risiko kambuh.
Ahli Gizi (Dietisien) Umum
Tenaga kesehatan yang membantu menyusun pola makan yang sesuai dengan kondisi dan pengobatan pasien.
Alopesia (Rambut Rontok) Efek samping
Kerontokan rambut sebagai efek samping sementara dari sebagian obat kemoterapi. Rambut umumnya tumbuh kembali setelah pengobatan selesai.
Analog GnRH Pengobatan
Obat hormonal yang untuk sementara menghentikan haid dan menurunkan kadar estrogen. Dipakai untuk mengecilkan mioma atau meredakan endometriosis; efeknya mirip menopause sementara.
Anemia Efek samping
Kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang dapat menimbulkan lemas, pucat, dan mudah lelah.
Anestesi Umum (Bius Total) Pengobatan
Pembiusan yang membuat pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama operasi berlangsung.
Anovulasi Umum
Keadaan ketika ovarium tidak melepaskan sel telur seperti seharusnya, sehingga haid menjadi tidak teratur dan kehamilan sulit terjadi.
Anti-angiogenesis Pengobatan
Obat target yang menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh. Contohnya bevacizumab, dipakai pada kanker ovarium dan serviks.
Antiemetik Pengobatan
Obat untuk mencegah dan meredakan mual serta muntah, sering diberikan bersama kemoterapi.
Asites Umum
Penumpukan cairan di dalam rongga perut yang membuat perut tampak membesar; dapat terjadi pada kanker ovarium stadium lanjut.
Atrofi (Penipisan Jaringan) Umum
Penipisan dan melemahnya jaringan (misalnya lapisan rahim atau dinding vagina) akibat menurunnya hormon estrogen setelah menopause. Merupakan penyebab tersering perdarahan pascamenopause dan umumnya jinak.
Bilas Peritoneum (Sitologi) Pemeriksaan
Pengambilan cairan atau cucian dari rongga perut saat operasi untuk diperiksa apakah mengandung sel kanker.
Biomarker (Penanda Biologis) Pemeriksaan
Penanda pada tumor atau darah yang dapat diperiksa untuk membantu dokter memilih pengobatan yang paling sesuai. Contohnya BRCA/HRD, dMMR/MSI, PD-L1, dan HER2.
Biopsi Pemeriksaan
Pengambilan sepotong kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini adalah cara memastikan diagnosis kanker.
Brakiterapi Pengobatan
Jenis radioterapi yang sumber radiasinya ditempatkan dekat atau di dalam tumor, dari dalam tubuh.
BRCA1 / BRCA2 Penyebab
Gen yang bila mengalami mutasi dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan payudara. Mutasinya bisa diturunkan dalam keluarga.
CA-125 Pemeriksaan
Salah satu petanda tumor dalam darah yang kadarnya dapat meningkat pada kanker ovarium. Berguna terutama untuk pemantauan, bukan untuk memastikan diagnosis.
Chemoport Pengobatan
Alat kecil yang dipasang di bawah kulit dan tersambung ke pembuluh darah besar, untuk memudahkan pemberian kemoterapi berulang tanpa sering menusuk lengan.
Dehidrasi Efek samping
Kekurangan cairan tubuh. Tandanya antara lain rasa haus, jarang buang air kecil, urin pekat, lemas, dan pusing. Dapat terjadi akibat muntah atau diare selama pengobatan.
Dilator Vagina Efek samping
Alat berbentuk tabung untuk membantu menjaga kelenturan dan lebar vagina setelah radioterapi panggul, guna mencegah penyempitan.
Dismenore (Nyeri Haid) Umum
Nyeri atau kram di perut bawah saat menstruasi. Nyeri yang sangat berat hingga mengganggu aktivitas tidak boleh dianggap wajar.
Dispareunia Umum
Nyeri yang dirasakan saat berhubungan seksual.
dMMR / MSI-tinggi Pemeriksaan
Ciri tumor yang menandakan sistem perbaikan DNA-nya tidak bekerja baik, sehingga banyak terjadi kesalahan genetik. Tumor dengan ciri ini β€” sering pada kanker rahim β€” umumnya merespons sangat baik terhadap imunoterapi.
Embolisasi Arteri Uterina (UAE) Pengobatan
Tindakan menyumbat pembuluh darah yang memberi makan mioma sehingga mioma mengecil, tanpa operasi besar dan tetap mempertahankan rahim.
Endometrioma (Kista Cokelat) Umum
Kista pada ovarium berisi darah lama berwarna cokelat akibat endometriosis.
Endometriosis Umum
Kondisi ketika jaringan mirip lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, menimbulkan peradangan, nyeri, dan kadang gangguan kesuburan.
Endometrium Anatomi
Lapisan dinding paling dalam rahim yang menebal setiap bulan dan luruh saat menstruasi.
FIGO Pemeriksaan
Sistem penentuan stadium kanker organ reproduksi perempuan yang dipakai secara internasional.
Fraksinasi Pengobatan
Pembagian total dosis radiasi menjadi banyak sesi kecil harian (disebut fraksi) agar lebih efektif melawan kanker dan lebih aman bagi jaringan sehat.
Ginekologi Onkologi Umum
Subspesialisasi kedokteran yang menangani kanker pada organ reproduksi perempuan, seperti serviks, rahim, dan ovarium.
GTN (Neoplasia Trofoblas Gestasional) Umum
Bentuk ganas atau menetap dari penyakit trofoblas β€” termasuk mola invasif dan koriokarsinoma. Dapat muncul setelah mola, keguguran, atau persalinan, dan ditandai kadar hCG yang menetap atau naik.
HER2 Pemeriksaan
Protein yang bila berlebih dapat mendorong pertumbuhan kanker. Pada sebagian kanker rahim jenis serosa yang HER2-positif, tersedia terapi anti-HER2 seperti trastuzumab.
Hiperandrogenisme Umum
Kelebihan hormon androgen (hormon yang lebih dominan pada laki-laki) pada perempuan, yang dapat menimbulkan jerawat, kulit berminyak, dan tumbuh rambut berlebih.
Hiperplasia Endometrium Umum
Penebalan berlebihan pada lapisan dalam rahim (endometrium). Sebagian jenisnya merupakan tahap prakanker yang dapat mendahului kanker rahim.
Hirsutisme Umum
Tumbuhnya rambut berlebih pada perempuan di area yang biasanya lebih khas pada laki-laki (misalnya wajah atau dada), sering akibat kelebihan hormon androgen.
Histerektomi Pengobatan
Operasi pengangkatan rahim.
Histerektomi Radikal Pengobatan
Operasi pengangkatan rahim beserta jaringan penyangga di sekitarnya dan bagian atas vagina, biasanya untuk kanker serviks stadium awal.
Histeroskopi Pemeriksaan
Pemeriksaan melihat bagian dalam rongga rahim memakai teropong tipis yang dimasukkan lewat vagina dan serviks. Bisa juga dipakai untuk mengangkat mioma submukosa.
HPV (Human Papillomavirus) Penyebab
Virus yang menular melalui kontak seksual. Beberapa tipe berisiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18) dapat menyebabkan kanker serviks bila menetap lama.
HRD (Defisiensi Rekombinasi Homolog) Pemeriksaan
Kondisi ketika sel kanker kesulitan memperbaiki kerusakan DNA-nya. Tumor dengan HRD (termasuk yang bermutasi BRCA) cenderung lebih responsif terhadap penghambat PARP.
Imunoterapi Pengobatan
Pengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.
Infertilitas (Sulit Hamil) Umum
Kesulitan memperoleh kehamilan setelah berhubungan secara teratur tanpa kontrasepsi selama sekitar satu tahun.
Intravena (Infus) Pengobatan
Pemberian obat atau cairan langsung ke pembuluh darah balik (vena), umumnya melalui selang infus.
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Pemeriksaan
Pemeriksaan skrining sederhana dengan mengoleskan asam asetat (cuka encer) ke serviks untuk melihat perubahan sel. Tersedia di banyak puskesmas.
Kambuh (Rekurensi) Umum
Kanker yang muncul kembali setelah sebelumnya membaik atau dinyatakan hilang.
Kateter Word Pengobatan
Selang kecil berbalon yang dipasang setelah abses Bartolin dikeluarkan, dibiarkan beberapa minggu agar terbentuk saluran baru yang menetap.
Kelenjar Bartolin Anatomi
Sepasang kelenjar kecil di kedua sisi lubang vagina yang menghasilkan cairan pelumas. Bila salurannya tersumbat dapat terbentuk kista, dan bila terinfeksi menjadi abses.
Kelenjar Getah Bening Anatomi
Kelenjar kecil bagian dari sistem pertahanan tubuh. Sel kanker kadang menyebar lebih dulu ke kelenjar ini.
Kemoradiasi Pengobatan
Pemberian kemoterapi dan radioterapi secara bersamaan agar saling menguatkan, sering dipakai pada kanker serviks stadium lanjut lokal.
Kemoterapi Pengobatan
Pengobatan kanker menggunakan obat-obatan (lewat infus atau diminum) untuk membunuh atau menghambat sel kanker.
Kista Dermoid (Teratoma Matur) Umum
Jenis kista ovarium jinak yang berasal dari sel benih dan dapat berisi berbagai jaringan tubuh seperti rambut, lemak, kulit, kadang gigi.
Kista Fungsional Umum
Kista ovarium yang paling umum, terbentuk sebagai bagian normal dari siklus haid dan biasanya hilang dengan sendirinya.
Kista Ovarium Umum
Kantong berisi cairan yang terbentuk pada ovarium. Sebagian besar bersifat jinak dan bukan kanker.
Kistektomi Pengobatan
Operasi mengangkat kista dari ovarium sambil mempertahankan jaringan ovarium yang sehat, sehingga kesuburan dapat terjaga.
Kolitis / Proktitis Radiasi Efek samping
Peradangan usus besar (kolitis) atau rektum (proktitis) akibat radioterapi panggul. Dapat bersifat akut (selama/segera setelah terapi) atau kronik (muncul bulan hingga tahun kemudian).
Kolonoskopi / Sigmoidoskopi Pemeriksaan
Pemeriksaan melihat bagian dalam usus besar atau rektum menggunakan selang berkamera, kadang sekaligus mengambil contoh jaringan (biopsi).
Kolposkopi Pemeriksaan
Pemeriksaan serviks menggunakan alat pembesar bercahaya (kolposkop) untuk melihat area abnormal lebih jelas, biasanya setelah hasil skrining tidak normal.
Konisasi Pengobatan
Pengangkatan jaringan serviks berbentuk kerucut, dipakai untuk memastikan diagnosis sekaligus mengobati lesi prakanker.
Konjugat Antibodi-Obat (ADC) Pengobatan
Obat yang menggabungkan antibodi sebagai "pengarah" dengan obat perusak sel, sehingga obat diantar lebih terarah ke sel kanker. Salah satu contohnya dipakai pada kanker serviks yang kambuh.
Konseling Genetik Pencegahan
Konsultasi untuk menilai risiko kanker yang diturunkan dalam keluarga, termasuk kemungkinan tes gen seperti BRCA.
Koriokarsinoma Umum
Jenis GTN yang agresif dan dapat menyebar (sering ke paru), tetapi sangat responsif terhadap kemoterapi dengan angka kesembuhan tinggi.
Krioterapi Pengobatan
Pengobatan dengan cara membekukan dan merusak sel-sel abnormal.
Kuratif Umum
Pengobatan yang bertujuan untuk menyembuhkan penyakit.
Kuretase (Dilatasi & Kuretase / D&C) Pemeriksaan
Tindakan mengambil jaringan dari rongga rahim untuk diperiksa di laboratorium atau untuk mengatasi perdarahan. Sering dilakukan bersama histeroskopi.
Laparoskopi Pemeriksaan
Operasi melalui beberapa sayatan kecil di perut dengan bantuan kamera. Pada endometriosis menjadi cara paling pasti untuk melihat sekaligus mengangkat jaringan.
Laparotomi Pengobatan
Operasi membuka rongga perut melalui satu sayatan agar dokter dapat memeriksa dan menangani organ di dalamnya secara langsung.
LEEP / LLETZ Pengobatan
Tindakan mengangkat jaringan serviks yang abnormal menggunakan kawat tipis beraliran listrik.
Lesi Prakanker Umum
Perubahan sel yang belum menjadi kanker, tetapi bisa berkembang menjadi kanker bila tidak ditangani. Pada tahap ini pengobatan sangat efektif.
Limfedema Efek samping
Pembengkakan (sering di tungkai) akibat terganggunya aliran cairan getah bening, kadang muncul setelah operasi atau radiasi.
Malnutrisi (Kurang Gizi) Efek samping
Keadaan tubuh kekurangan energi atau zat gizi. Selama pengobatan kanker, malnutrisi dapat melemahkan daya tahan dan memperlambat pemulihan.
Marsupialisasi Pengobatan
Tindakan membuat lubang saluran permanen pada kista (misalnya kista Bartolin) agar cairannya dapat keluar dan tidak menumpuk lagi, untuk mencegah kekambuhan.
Menopause Umum
Berhentinya haid secara permanen, ditetapkan setelah tidak haid selama 12 bulan berturut-turut. Setelah menopause, perdarahan apa pun dari vagina tidak normal dan perlu diperiksa.
Menopause Dini Efek samping
Berhentinya menstruasi lebih cepat dari biasanya, bisa terjadi akibat operasi pengangkatan ovarium atau radiasi.
Metastasis Umum
Penyebaran sel kanker dari tempat asalnya ke bagian tubuh yang lain.
Mioma Uteri (Miom) Umum
Tumor jinak yang tumbuh dari otot dinding rahim. Sangat umum, bukan kanker, dan sangat jarang berubah menjadi ganas.
Miomektomi Pengobatan
Operasi mengangkat mioma tetapi tetap mempertahankan rahim, sehingga masih memungkinkan kehamilan.
Mola Hidatidosa (Hamil Anggur) Umum
Kehamilan tidak normal ("hamil anggur") ketika jaringan calon plasenta tumbuh berlebihan membentuk gelembung seperti anggur, tanpa janin yang berkembang normal. Termasuk penyakit trofoblas gestasional.
Mukositis Efek samping
Peradangan dan luka pada lapisan mulut atau saluran cerna (sering berupa sariawan) akibat kemoterapi atau radioterapi.
Neuropati Efek samping
Gangguan saraf yang dapat menimbulkan kebas, kesemutan, atau nyeri, kadang sebagai efek samping kemoterapi.
Neutropenia Efek samping
Penurunan sel darah putih jenis neutrofil akibat kemoterapi, yang membuat tubuh lebih mudah terkena infeksi.
Omentektomi Pengobatan
Pengangkatan omentum β€” lapisan lemak yang menggantung di rongga perut dan sering menjadi tempat penyebaran kanker ovarium.
Onkologi Umum
Cabang ilmu kedokteran yang khusus menangani kanker.
Operasi Sitoreduksi (Debulking) Pengobatan
Operasi mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker di rongga perut. Hasil terbaik bila tidak ada sisa tumor yang masih terlihat.
Ovarium (Indung Telur) Anatomi
Sepasang organ kecil di kanan dan kiri rahim yang menghasilkan sel telur serta hormon perempuan.
Paliatif Umum
Perawatan yang bertujuan meringankan gejala dan menjaga kualitas hidup, bukan untuk menyembuhkan.
Pap Smear (Tes Pap) Pemeriksaan
Pengambilan sampel sel dari permukaan serviks untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi sel abnormal sejak dini.
PD-L1 Pemeriksaan
Protein pada permukaan sel yang dapat "meredam" serangan sistem kekebalan. Bila tumor PD-L1 positif, imunoterapi penghambat checkpoint cenderung lebih bermanfaat β€” penting misalnya pada kanker serviks.
Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) Pemeriksaan
Pemeriksaan jaringan tubuh di bawah mikroskop oleh dokter spesialis untuk memastikan diagnosis. Hasilnya biasanya keluar dalam beberapa hari hingga dua minggu.
Penghambat Checkpoint Imun Pengobatan
Jenis imunoterapi yang melepas "rem" pada sistem kekebalan sehingga sel imun kembali aktif mengenali dan menyerang kanker. Contohnya pembrolizumab dan dostarlimab.
Penghambat PARP Pengobatan
Obat terapi target yang melumpuhkan salah satu cara sel kanker memperbaiki kerusakan DNA-nya, sehingga sel kanker mati. Paling bermanfaat pada kanker ovarium dengan mutasi BRCA atau HRD, sering sebagai terapi pemeliharaan.
Penghambat PARP (PARP Inhibitor) Pengobatan
Obat terapi target yang sering dipakai sebagai terapi rumatan kanker ovarium, terutama pada pasien dengan mutasi BRCA.
Penyakit Trofoblas Gestasional (PTG) Umum
Kelompok kondisi akibat pertumbuhan abnormal sel trofoblas (sel pembentuk plasenta), mulai dari mola hidatidosa yang umumnya jinak hingga bentuk ganas (GTN).
Perdarahan Menstruasi Berat Umum
Darah haid yang sangat banyak atau berlangsung lama (misalnya harus berganti pembalut tiap 1–2 jam atau keluar gumpalan besar), dan dapat menyebabkan kurang darah (anemia).
Perdarahan Pascamenopause Umum
Perdarahan atau bercak dari vagina yang terjadi setelah menopause. Selalu perlu diperiksa dokter karena β€” meski sebagian besar penyebabnya jinak β€” dapat menjadi tanda dini kanker rahim.
Peritoneum Anatomi
Selaput tipis yang melapisi rongga perut dan menyelimuti organ-organ di dalamnya.
Petanda Tumor Pemeriksaan
Zat (sering berupa protein) dalam darah yang kadarnya bisa meningkat pada kanker tertentu, dipakai untuk membantu pemantauan penyakit.
PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) Umum
Gangguan hormon dan metabolik yang menyebabkan haid tidak teratur, tanda kelebihan androgen, dan gambaran ovarium polikistik. Sejak 2026, melalui konsensus global, namanya resmi diganti dari PCOS menjadi PMOS karena dinilai lebih akurat.
Polip Umum
Pertumbuhan jaringan kecil bertangkai, misalnya pada lapisan rahim atau serviks. Umumnya jinak, tetapi dapat menyebabkan perdarahan dan kadang perlu diangkat.
Polip Endometrium Umum
Pertumbuhan jaringan kecil yang menonjol dari lapisan dalam rahim (endometrium), sering bertangkai dan berada di dalam rongga rahim. Umumnya jinak, tetapi dapat menyebabkan perdarahan tidak normal dan kadang perlu diangkat lalu diperiksa di laboratorium.
Polip Serviks Umum
Pertumbuhan jaringan kecil pada serviks (leher rahim) yang sering terlihat langsung saat pemeriksaan dengan spekulum. Hampir selalu jinak dan biasanya mudah diangkat dengan tindakan kecil.
Polipektomi Pengobatan
Tindakan mengangkat polip. Polip serviks sering dapat diangkat di poliklinik, sedangkan polip di dalam rahim umumnya diangkat melalui histeroskopi. Jaringannya kemudian diperiksa di laboratorium.
Potong Beku (Frozen Section) Pemeriksaan
Pemeriksaan jaringan secara cepat saat operasi masih berlangsung, untuk membantu dokter mengambil keputusan tindakan saat itu juga.
Prognosis Umum
Perkiraan dokter mengenai perjalanan penyakit dan kemungkinan hasil pengobatan.
Radioterapi (Radiasi) Pengobatan
Pengobatan kanker menggunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker.
Radioterapi Eksternal (EBRT) Pengobatan
Radioterapi yang sumber sinarnya berasal dari mesin di luar tubuh dan diarahkan ke area kanker. Disebut juga EBRT.
Rahim (Uterus) Anatomi
Organ berongga tempat janin tumbuh selama kehamilan. Dindingnya terdiri atas beberapa lapisan otot dan selaput.
Remisi Umum
Kondisi ketika tanda dan gejala kanker berkurang atau hilang setelah pengobatan.
Resistensi Insulin Umum
Keadaan ketika tubuh kurang peka terhadap insulin sehingga kadar gula dan insulin cenderung tinggi. Sering berkaitan dengan PMOS (dulu PCOS) dan meningkatkan risiko diabetes.
Salpingo-ooforektomi Pengobatan
Operasi pengangkatan ovarium beserta tuba falopi. Bila dilakukan pada kedua sisi disebut bilateral.
Serviks (Leher Rahim) Anatomi
Bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rahim dengan vagina. Sering disebut "leher rahim".
Serviks Inkompeten Umum
Keadaan leher rahim melemah atau memendek sehingga berisiko membuka terlalu dini saat hamil. Risikonya sedikit meningkat setelah konisasi yang luas atau berulang.
Siklus Kemoterapi Pengobatan
Satu putaran pemberian obat kemoterapi yang diikuti masa istirahat agar tubuh pulih. Pengobatan biasanya terdiri atas beberapa siklus.
Simulasi Radioterapi Pengobatan
Tahap persiapan radioterapi untuk menentukan posisi tubuh dan area penyinaran secara tepat, biasanya memakai CT dan penanda kecil pada kulit.
Sistitis Radiasi Efek samping
Peradangan kandung kemih akibat radioterapi panggul; dapat menimbulkan nyeri atau perdarahan saat berkemih dan keinginan berkemih yang lebih sering.
Sitz Bath (Rendam Duduk) Pengobatan
Merendam area kemaluan dan bokong dalam air hangat selama beberapa menit untuk meredakan nyeri, menjaga kebersihan, dan membantu kista atau abses keluar.
Skrining Pencegahan
Pemeriksaan berkala untuk menemukan penyakit sedini mungkin, bahkan sebelum muncul gejala. Untuk kanker serviks contohnya IVA, Pap smear, atau tes HPV DNA.
Sonohisterografi (USG dengan Cairan) Pemeriksaan
Pemeriksaan USG yang dilakukan setelah sedikit cairan steril dimasukkan ke dalam rongga rahim. Cairan membantu menampilkan polip atau penebalan pada lapisan rahim dengan lebih jelas.
Stadium Umum
Tingkat penyebaran kanker, mulai dari terbatas di satu tempat (dini) hingga menyebar ke organ lain (lanjut). Stadium membantu menentukan pilihan pengobatan.
Surgical Staging (Penentuan Stadium saat Operasi) Pengobatan
Rangkaian langkah selama operasi untuk menentukan seberapa jauh kanker menyebar (stadium), sehingga pengobatan lanjutan dapat direncanakan dengan tepat.
Tepi Sayatan (Margin) Pemeriksaan
Batas tepi jaringan yang diangkat saat operasi. Disebut "bebas" bila tidak ditemukan sel abnormal di tepinya, yang berarti lesi kemungkinan terangkat tuntas.
Terapi Hormonal Pengobatan
Pengobatan menggunakan hormon (misalnya progestin) untuk menghambat pertumbuhan sel yang dipengaruhi hormon; dipakai pada kasus tertentu kanker rahim.
Terapi Neoadjuvan Pengobatan
Pengobatan (misalnya kemoterapi) yang diberikan lebih dulu sebelum operasi untuk mengecilkan tumor.
Terapi Pemeliharaan (Maintenance) Pengobatan
Pengobatan yang dilanjutkan setelah kemoterapi berhasil mengecilkan kanker, bertujuan menjaga remisi dan menunda kekambuhan. Pada kanker ovarium, contohnya penghambat PARP atau bevacizumab.
Terapi Rumatan (Maintenance) Pengobatan
Pengobatan lanjutan setelah kemoterapi utama untuk menjaga agar kanker tidak cepat kembali.
Terapi Sulih Hormon (TSH / HRT) Pengobatan
Pemberian hormon untuk meredakan gejala menopause (termasuk menopause akibat pengangkatan kedua ovarium). Tidak cocok untuk semua orang dan harus didiskusikan dengan dokter.
Terapi Target Pengobatan
Obat yang dirancang menyerang bagian tertentu pada sel kanker, sehingga lebih terarah.
Tes HPV DNA Pemeriksaan
Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus HPV berisiko tinggi pada serviks.
Torsio Ovarium (Ovarium Terpuntir) Umum
Keadaan ketika ovarium (sering karena ada kista) terpuntir pada tangkainya sehingga aliran darahnya terhenti. Menimbulkan nyeri hebat mendadak dan merupakan keadaan gawat darurat.
Trakelektomi Pengobatan
Operasi pengangkatan serviks dengan tetap mempertahankan rahim, sehingga pada kasus tertentu masih memungkinkan kehamilan.
Trombositopenia Efek samping
Penurunan jumlah keping darah (trombosit) sehingga tubuh lebih mudah memar atau berdarah.
Tuba Falopi (Saluran Telur) Anatomi
Sepasang saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Banyak kanker ovarium tipe tersering kini diduga bermula di sini.
Tumor Ganas Umum
Benjolan kanker yang dapat tumbuh menembus jaringan sekitar dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Tumor Jinak Umum
Benjolan yang tumbuh tetapi tidak menyebar ke jaringan lain dan umumnya tidak berbahaya.
USG Transvaginal Pemeriksaan
Pemeriksaan ultrasonografi melalui vagina untuk melihat ovarium dan rahim dengan lebih jelas.
Vagina Anatomi
Saluran berotot yang menghubungkan serviks dengan bagian luar tubuh.
Vaksin HPV Pencegahan
Vaksin untuk mencegah infeksi HPV penyebab sebagian besar kanker serviks. Paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.
Ξ²-hCG (Hormon Kehamilan) Pemeriksaan
Hormon yang diproduksi sel plasenta dan terdeteksi pada tes kehamilan. Pada penyakit trofoblas, kadarnya sangat tinggi dan dipakai untuk membantu diagnosis serta pemantauan.